Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Dalam perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah ditutup pada level Rp14.480/US$ atau melemah 35 point dari penutupan sebelumnya di level Rp14.445/US$.
Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai, proyeksi Pemerintah terhadap ekonomi RI yang masih negatif di kuartal-I 2021 mendorong pelemahan rupiah.
“Pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi pada Kuartal-I 2021 masih berada di zona negatif yaitu di kisaran minus 0,1% sampai minus 1%,” kata Ibrahim di Jakarta, Selasa 30 Marer 2021.
Meskipun begitu, beberapa indikator ekonomi dinilai akan mengalami tren perbaikan yang membuat Pemerintah tetap optimis terhadap target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 dapat tercapai dikisaran 4,5% sampai 5,3%.
Menurutnya, optimisme pertumbuhan ekonomi di Indonesia tak terlepas dari rasa optimistisme terhadap perkembangan ekonomi secara global pada 2021 yang akan tumbuh positif hingga 5%, setelah terkontraksi 3,8% pada tahun sebelumnya.
“Sinyal pemulihan ini terlihat dari perbaikan ekonomi di banyak negara, termasuk Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), didukung stimulus fiskal dan moneter serta mulai meningkatnya mobilitas manusia dan aktivitas perekonomian akibat masyarakat sudah divaksinasi, sehingga nantinya akan hidup berdampingan dengan covid-19,” jelas Ibrahim.
Sebagai informasi saja, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (30/3) kurs rupiah berada pada posisi Rp14.481/US$ terlihat melemah dari posisi Rp14.434/US$ pada perdagangan kemarin (29/3). (*)
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More