Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya perjanjian AS dan China yang sepakat mengakhiri perang dagang.
Pengamat Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, Gedung Putih mengumumkan bahwa AS dan Tiongkok secara resmi telah menandatangani perjanjian perdagangan. Ini secara efektif mengakhiri ‘perang dagang’ yang sedang berlangsung.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengatakan bahwa kesepakatan tambahan akan segera terjadi menjelang batas waktu 9 Juli 2025.
Baca juga: Rupiah Bisa Balik ke Level Rp15.000 per Dolar AS? Ini Jawaban BI
Sementara itu, perjanjian perdagangan AS-Inggris mulai berlaku pada Senin, 30 Juni 2025, dengan memangkas tarif mobil hingga 10 persen dan sepenuhnya menghapus bea masuk suku cadang pesawat.
“Namun, batas waktu 9 Juli sudah dekat untuk kemungkinan penerapan kembali bea masuk pada mitra dagang lainnya, dan untuk tarif baja dan aluminium global,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa, 1 Juli 2025.
Terkait geopolitik, Iran telah menunjukkan tanda-tanda fleksibilitas condong ke arah diplomasi, karena perwakilannya di PBB mengatakan bahwa Teheran terbuka untuk membentuk konsorsium nuklir regional jika terjadi kesepakatan dengan Washington.
“Yang menambah optimisme pasar adalah kemungkinan berakhirnya perang Israel-Gaza dalam waktu dua minggu, ungkap Al Arabiya,” jelasnya.
Selain itu, pengukur inflasi pilihan Federal Reserve (Fed), Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti pada bulan Mei dirilis sejalan dengan perkiraan.
PCE inti pada Mei naik sebesar 2,7 persen year on year (yoy), lebih tinggi dibanding estimasi dan data bulan April. Fokus pasar minggu ini adalah data ketenagakerjaan utama AS yang akan dirilis hari Kamis.
Baca juga: Bank Mandiri Ramal Rupiah di Level Rp16.500 per Dolar AS pada Akhir 2025
Di Asia, Aktivitas pabrik Tiongkok mengalami kontraksi selama tiga bulan berturut-turut pada bulan Juni, karena permintaan domestik yang lemah dan ekspor yang goyah membebani produsen di tengah ketidakpastian perdagangan AS.
Sehingga, Ibrahim memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp16.170 – Rp16.240 per dolar AS hari ini.
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp16.170 – Rp16.240 per dolar AS,” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More