Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada awal perdagangan Senin, 6 Oktober 2025. Rupiah dibuka di level Rp16.560 per dolar Amerika Serikat (AS), naik 0,02 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.563 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memprediksi rupiah akan melemah terhadap dolar AS yang menguat. Penguatan dolar AS dipicu oleh pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve (the Fed), yaitu Lorie Logan dan Philip Jefferson, yang menyarankan agar berhati-hati dalam memangkas suku bunga acuan.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat cukup besar merespons pernyataan hawkish dari dua pejabat the Fed, Logan dan Jefferson, yang mengatakan bahwa the Fed perlu berhati-hati dalam menurunkan suku bunga,” kata Lukman, Senin, 6 Oktober 2025.
Baca juga: Rapor Sepekan: IHSG Semringah, Pasar Obligasi dan Rupiah Kian Merana
Baca juga: Purbaya Sebut Insentif Penarikan Dolar WNI dari Luar Negeri Masih Dikaji
Baca juga: Rupiah Tembus Rp16.700 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
Sehingga, Lukman memprediksi rupiah akan berada di kisaran level Rp16.500 hingga Rp16.650 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.500 hingga Rp16.650 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More