Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akibat kekhawatiran pasar terkait kebijakan proteksionisme yang diterapkan Donald Trump.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS oleh kembalinya kekhawatiran kebijakan proteksionisme Trump,” ujar Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, kepada wartawan, Kamis, 21 November 2024.
Baca juga: Awal Pekan, Rupiah Perkuat Posisi di Rp15.870 per Dolar AS
Selain itu, Lukman menyebutkan bahwa eskalasi perang di Ukraina juga memberikan tekanan pada mata uang berisiko seperti rupiah. Di sisi lain, investor saat ini menunggu data terbaru terkait neraca transaksi berjalan Indonesia.
“Eskalasi di perang Ukraina juga ikut menekan mata uang berisiko seperti rupiah. Investor menantikan rilis data neraca transaksi berjalan Indonesia siang ini,” tambahnya.
Baca juga: Donald Trump Tunjuk Chris Wright jadi Menteri Energi, Ini Sosoknya
Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.825 hingga Rp15.950 per dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg pada Kamis, 21 November 2024, pukul 09.15 WIB, nilai tukar rupiah tercatat di level Rp15.948 per dolar AS, melemah 0,49 persen dibandingkan hari sebelumnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga BANK Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca pembayaran Indonesia… Read More
Poin Penting Reformasi OJK dan BEI diyakini memperkuat pasar modal, meningkatkan transparansi, tata kelola, dan… Read More
Poin Penting BRI mencatat laba Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,26 persen yoy, sementara kredit… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 hari ini anjlok Rp28.000 ke Rp3.057.000 per gram, sementara UBS… Read More
Poin Penting Rupiah hari ini dibuka menguat ke Rp16.755 per dolar AS, naik 0,27 persen… Read More