Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Nilai tukar rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah berada di level Rp16.444 per dolar AS atau melemah 0,24 persen pada perdagangan pagi ini, Kamis, 31 Juli 2025.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diproyeksi melemah terhadap dolar AS yang mengalami peningkatan setelah data perekonomian AS lebih kuat dari perkiraan.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang melanjutkan reli setelah data PDB AS yang lebih kuat dari perkiraan,” kata Lukman, Kamis, 31 Juli 2025.
Baca juga: BI Prediksi Rupiah Stabil di Rp16.000-Rp16.500 per Dolar AS pada 2026
Lukman juga menyebutkan, penguatan dolar AS didukung oleh sikap hawkish Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang menyatakan belum ada keputusan terkait kebijakan moneternya. Sebab, Powell tengah menunggu dampak dari kebijakan tarif Presiden Donald Trump terhadap harga.
Baca juga: Bank Mandiri Ramal Rupiah di Level Rp16.500 per Dolar AS pada Akhir 2025
“Dolar AS juga didukung oleh sikap hawkish Powell yang mengatakan belum ada keputusan mengenai tingkat suku bunga untuk September dan akan melihat dampak dari tarif pada harga,” jelasnya.
Lukman memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp16.400-Rp16.550 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.400-Rp16.550 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More
Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More
Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More