Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Selasa (27/1). Rupiah dibuka di level Rp16.780 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.820 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpeluang menguat seiring tekanan yang masih dialami dolar AS.
“Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS yang masih tertekan,” kata Lukman, Selasa, 27 Januari 2026.
Baca juga: Rupiah Ditutup Menguat, Efek Thomas Djiwandono Terpilih Jadi DG BI?
Meski demikian, Lukman menilai penguatan rupiah akan bersifat terbatas. Hal ini dipengaruhi oleh sikap investor yang masih mencermati penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Selain itu, pasar juga menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung esok hari.
“Namun penguatan mungkin terbatas, investor menimbang Thomas Djiwandono yang sudah diresmikan menjadi Deputi Gubernur BI. Selain itu investor juga wait and see hasil FOMC besok,” pungkasnya.
Baca juga: IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Berikut Katalis Penggeraknya
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS.
“Rupiah akan berada di range Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS hari ini,” ujarnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan tema “Menguat dalam Kebersamaan, Tumbuh dengan Keberkahan” di Kantor Pusat KB Bank, Jakarta,… Read More
Poin Penting: Longsor gunungan sampah di Bantargebang menewaskan empat orang dan kembali menyoroti krisis pengelolaan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 pada perdagangan 9 Maret 2026.… Read More
Poin Penting: Status Siaga 1 TNI merupakan tingkat kesiapan tertinggi di militer yang menandakan pasukan,… Read More
Poin Penting Pemerintah akan mengevaluasi pergerakan harga minyak dunia selama satu bulan sebelum menentukan kebijakan… Read More
Poin Penting RUPST BNI menyetujui pembagian dividen Rp13,02 triliun dari laba bersih 2025. Nilai tersebut… Read More