Moneter dan Fiskal

Rupiah Diproyeksi Menguat, Ini Sentimen Pendorongnya

Jakarta – Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang tertekan akibat penurunan rating kredit AS oleh lembaga pemeringkat Moody’s menjadi Aa1 dari Aaa.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh penurunan rating kredit AS oleh Moody,” kata Lukman, Senin, 19 Mei 2025.

Lukman memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp16.400-Rp16.500 per dolar AS hari ini.

“Rupiah akan berada di range Rp16.400-Rp16.500 per dolar AS hari ini,” imbuhnya.

Baca juga: IHSG Berpeluang Melemah, Ini Sentimen Pemicunya

Sementara Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyebutkan, Moody’s mengikuti Fitch Ratings dalam menurunkan peringkat AS menjadi AA+ dari AAA pada tahun 2023 dan Standard & Poor’s pada tahun 2011.

Lembaga tersebut mengatakan pihaknya memperkirakan utang AS akan meningkat menjadi sekitar 134 persen dari PDB pada 2035, naik dari 98 persen tahun lalu.

Sementara itu, defisit AS diperkirakan akan melebar, mencapai hampir 9 persen dari PDB pada tahun 2035, naik dari 6,4 persen pada 2024, karena meningkatnya pembayaran bunga atas utang, peningkatan pengeluaran hak, dan berkurangnya pendapatan pemerintah melalui pemotongan pajak.

Baca juga: Melejit Rp23.000, Harga Emas Antam Dekati Level Rp1,9 Juta per Gram

“Minggu ini akan menjadi minggu yang relatif tenang di AS, dengan perhatian terfokus pada perkembangan seputar tarif, pidato beberapa pejabat the Federal Reserve, dan rilis PMI manufaktur dan jasa S&P Global, bersama dengan data penjualan rumah lama dan baru,” jelas Andry.

Dia pun memproyeksi rupiah akan bergerak di kisaran level Rp16.380 dan Rp16.465 per dolar AS hari ini.

“Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini kemungkinan akan bergerak pada kisaran Rp16.380 dan Rp16.465,” ungkapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Libur Lebaran 2026: Ini Jadwal Operasional Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BSI

Poin Penting Jadwal libur bank saat Lebaran 2026 berlangsung bersamaan dengan rangkaian libur Nyepi dan… Read More

56 mins ago

Pemerintah Efisiensi Anggaran K/L, MBG dan KDMP Tetap Jalan Meski Risiko Perang AS-Iran

Poin Penting Program prioritas MBG dan KDMP tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran. Efisiensi dialihkan ke… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Bertahan Menguat 1 Persen Lebih di Posisi 7.102

Poin Penting IHSG sesi I ditutup naik 1,14% ke level 7.102,20, hampir seluruh sektor menunjukkan… Read More

1 hour ago

Libur Bursa 2026: BEI Tutup Perdagangan 18-24 Maret saat Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BEI menetapkan libur bursa selama lima hari kerja pada 18–24 Maret 2026 terkait… Read More

1 hour ago

Investor Kripto Harus Simak, Ini 5 Strategi Wajib Hadapi Bear Market

Poin Penting Investor berpengalaman melihat penurunan harga aset kripto sebagai kesempatan membeli aset undervalued, terutama… Read More

1 hour ago

Pengaruh Perang Iran terhadap Politik Pemilihan Legislatif Sela AS

Oleh Mahendra Siregar, Pengamat Geopolitik SEPANJANG sejarah 100 tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) tidak pernah… Read More

1 hour ago