Moneter dan Fiskal

Rupiah Diproyeksi Bisa Kembali Sentuh Level Rp15.000 dalam Tiga Tahun

Jakarta – Tim Ekonom Bank Mandiri memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bisa kembali menyentuh level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam tiga tahun ke depan.

Berdasarkan catatan proyeksi indikator makroekonomi Office of Chief Economist Bank Mandiri, nilai tukar rupiah diperkirakan akan mencapai level Rp15.450 per dolar AS pada 2028.

Sebelumnya, pada 2027 rupiah diproyeksi berada di bawah Rp16.000 atau tepatnya Rp15.962 per dolar AS.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,27 Persen Imbas Jakarta Dikepung Demo

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menjelaskan, pergerakan kurs rupiah ke depan relatif flat, dipicu oleh faktor Fed Funds Rate (FFR) yang rendah dan pelemahan dolar AS karena banyaknya inflows atau aliran modal masuk ke emerging market, termasuk Indonesia.

“Sebenarnya kurs relatif flat ke depannya. Faktor utamanya karena lower FFR dan weakening dolar AS karena banyak inflows yang masuk ke emerging market termasuk Indonesia,” kata Asmo, dikutip, Jumat 29 Agustus 2025.

Baca juga: Rupiah Melemah di Awal Perdagangan, Berpotensi Menguat Terbatas Efek Demo Memanas

Sementara itu, untuk 2026, rupiah diperkirakan akan menyentuh level Rp16.180 per dolar AS, serta akhir 2025 akan begerak di kisaran level Rp16.484 per dolar AS.

Adapun proyeksi indikator makroekonomi lainnya, seperti pertumbuhan ekonomi dalam rentang 2025 hingga 2028 akan berada di level masing-masing 4,96 persen, 5,18 persen, 5,27 persen, dan 5,34 persen. Kemudian, BI rate di level 5 persen, 4,5 persen, 4,25 persen, dan 4 persen pada 2028.

Sementara inflasi malah cenderung mengalami kenaikan dalam rentang 2025-2028. Forecast masing-masing tahun pada periode itu untuk inflasi ialah 2,38 persen, 2,62 persen, 2,7 persen, dan 2,92 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

8 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

14 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

14 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

14 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

14 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

14 hours ago