Moneter dan Fiskal

Rupiah Diprediksi Menguat usai Trump Tunda Kebijakan Tarif ke Meksiko dan Kanada

Jakarta – Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan kebijakan tarif impor kepada Meksiko dan Kanada.

“Rupiah diperkirakan akan rebound menguat terhadap dolar AS yang melemah setelah Trump menunda tarif pada Meksiko dan Kanada,” ujar Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, kepada Infobanknews, Selasa, 4 Februari 2025.

Lukman memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp16.300-Rp16.400 per dolar AS pada hari ini.

“Rupiah akan berada di range Rp16.300-Rp16.400 per dolar AS hari ini,” pungkasnya.

Baca juga: DPR Soroti Kesalahan Kurs Rupiah di Google: Murni Teknis atau Ada Motif Lain?

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa penangguhan sementara tarif impor terhadap Meksiko dan Kanada membantu pemulihan saham.

Meski begitu, investor tetap khawatir bahwa kebijakan tarif dapat merugikan industri AS dan mendorong inflasi, yang berpotensi membatasi ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga.

“Berita positif bagi konsumen adalah tidak akan ada perubahan besar langsung, karena perusahaan telah menimbun barang untuk mengantisipasi kemungkinan tarif,” ujar Andry.

Baca juga: Sri Mulyani: Rupiah Melemah 1,14 Persen, Tapi Tetap Stabil

Namun, tambah Andry, harga kemungkinan akan naik seiring waktu, sebuah kemungkinan yang bahkan diakui Trump, karena gangguan rantai pasokan mulai terasa.

Perkiraan Pergerakan Rupiah

Andry memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.376-  Rp16.491.

“Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.376 dan Rp16.491,” tandasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

11 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

12 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

13 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

14 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

14 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

15 hours ago