Moneter dan Fiskal

Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp15.900 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Jakarta – Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah akibat adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel-Hisabullah.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis, 28 November 2024, pukul 09.00 rupiah tercatat berada di level Rp15.876 per dolar AS, menguat tipis 0,37 persen.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures menjelaskan indeks harga belanja personal (PCE) AS yang sesuai dengan perkiraan dan peluang suku bunga AS yang diproyeksikan akan dipangkas pada Desember 2024 juga menambah peluang penguatan rupiah terhadap dolar AS.

“Dari data ekonomi PCE AS kurang lebih sesuai dengan perkiraan serta tidak ada kejutan dalam risalah pertemuan FOMC sehari sebelumnya,” jelas Lukman saat dihubungi Infobanknews, Kamis, 28 November 2024.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp9.000, Ini Rinciannya 

Lukman memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp15.800-Rp15.950 per dolar AS hari ini.

Sementara itu, Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menyebutkan bahwa indeks dolar AS (DXY) bergerak lebih rendah 106,18 dibandingkan hari sebelumnya 106,80.

Penurunan tersebut selaras dengan meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga acuan AS di Desember 2024 menurut survei CME yaitu sekitar 70 persen, dibandingkan sebelumnya 59 persen pasca dirilisnya data inflasi AS PCE Price Index yang sesuai ekspektasi, yakni 2,3 persen.

“Dengan Inflasi yang tetap terjaga di bawah 2,5 persen selama 3 bulan terakhir ini, pasar masih memandang inflasi AS bisa turun lagi di masa mendatang,” kata Ariston.

Ariston menyebut, ekspektasi ini diperkirakan mengurangi tekanan terhadap rupiah hari ini. Namun pernyataan Donald Trump mengenai kenaikan tarif impor barang yang masuk ke AS masih memberikan tekanan ke pasar regional Asia pagi ini.

Baca juga: Kabar Gembira! Harga Tiket Pesawat Turun 10 Persen Selama Nataru

“Nilai tukar regional terlihat melemah terhadap dollar AS yang bisa berimbas ke rupiah pagi ini,” jelasnya.

Ariston memproyeksikan rupiah mengalami penguatan di level Rp15.880-Rp15.900 per dolar AS.

“Potensi pelemahan ke arah Rp15.950 dengan potensi penguatan ke arah Rp15.880-Rp15.900,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BNI Dorong Nasabah Kelola Keuangan Ramadan Lewat Fitur Insight di wondr

Poin Penting BNI dorong nasabah kelola pengeluaran Ramadan lewat fitur Insight di aplikasi wondr by… Read More

1 hour ago

SIG Gandeng Taiheiyo Cement Garap Bisnis Stabilisasi Tanah

Poin Penting SIG dan Taiheiyo Cement bekerja sama mengembangkan bisnis soil stabilization di Indonesia. Teknologi… Read More

1 hour ago

Bank Saqu Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri

Poin Penting Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi “Awas Hantu Cyber” untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah dari… Read More

2 hours ago

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

8 hours ago

Bank Mandiri Taspen Turut Serta Lepas Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas

Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More

8 hours ago

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

12 hours ago