Moneter dan Fiskal

Rupiah Diprediksi Masih Melemah di Kisaran Rp16.250 per Dolar AS

Jakarta – Pengamat pasar uang Ariston Tjendra memprediksi rupiah masih akan melemah pada hari ini, Rabu (17/4/2024). Dia menyebutkan bahwa potensi pelemahan rupiah akan berada di kisaran Rp16.200 – Rp16.250.

“Potensi pelemahan rupiah ke arah Rp16.200 – Rp16.250 dengan potensi support di kisaran Rp16.100,” ujar Arsiton, Rabu 17 April 2024.

Ariston menjelaskan indeks dolar Amerika Serikat (DXY) pagi ini terlihat masih berada di level tinggi, yakni di atas kisaran 106. Bertahannya penguatan dolar AS (USD) ini salah satunya disebabkan oleh memanasnya konflik Timur Tengah.

Baca juga: Rupiah Anjlok di Atas Rp16.000 per Dolar AS, Ini yang Bakal Dilakukan BI

Selain itu, pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell yang mengatakan bahwa inflasi AS masih belum berada di kisaran target 2 persen, menjadi faktor lainnya yang membuat dolar AS menguat.

“Selain konflik Timur Tengah yang memanas, juga karena pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell, semalam, bahwa inflasi AS masih belum terlihat kemajuan berarti untuk turun ke target 2 persen,” jelas Ariston.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Makin Loyo, Bos BI Siap Intervensi

Sehingga, pasar memprediksi bahwa The Fed masih akan menunda kebijakan pemangkasan suku bunga acuan atau higher for longer.

“Pasar bisa menyimpulkan bahwa The Fed bakal menunda kebijakan pemangkasannya. Oleh karena itu, tekanan dolar AS terhadap rupiah mungkin bisa terjadi juga hari ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Begini Respons Purbaya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More

2 hours ago

Melangkah Menuju KBMI 2, Bank BPD Bali Catatkan Kinerja Positif di Triwulan I 2026

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke… Read More

2 hours ago

Tak Sepakat Putusan KPPU, Pindar Adapundi Ajukan Banding

Poin Penting Adapundi menolak putusan KPPU karena dinilai tidak mencerminkan kondisi dan regulasi industri fintech… Read More

5 hours ago

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

6 hours ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

6 hours ago

Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat

Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More

6 hours ago