Jakarta – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada transaksi hari ini (31/5), diperkirakan akan melanjutkan tren depresiasi, setelah pada perdagangan kemarin kembali ditutup melemah di level Rp13.641.
“Sentimen dari The Fed dan yen dapat berimbas pada Rupiah. Jika hal tersebut terjadi, maka waspadai akan kembali melemahnya rupiah,” ujar analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam risetnya, di Jakarta, Selasa, 31 Mei 2016.
Dia mengungkapkan, mulai adanya sinyal kepastian bagi The Fed untuk menaikkan suku bunganya pada Juni mendatang, membuat laju Dolar AS mengalami penguatan, sehingga berimbas negatif terhadap sejumlah mata uang asia.
“Saat ini support Rupiah berada pada posisi Rp13.645, sedangkan target resistance terdekat di level Rp13.630. Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju Rupiah,” tukasnya.
Sementara di sisi lain, kata Reza, penguatan Dolar AS juga didukung oleh pelemahan yen, setelah Perdana Menteri Shinzo Abe akan menunda kebijakan pajak penjualan hingga beberapa tahun ke depan.
“Terlihat para pelaku pasar tidak mau ketinggalan untuk melakukan aksi beli terhadap Dolar AS, seiring The Fed yang kembali membuka sinyal terkait peningkatan suku bunga secara bertahap,” tutup Reza. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More