Moneter dan Fiskal

Rupiah Diperkirakan Menguat Terbatas usai Dolar AS Terkoreksi

Jakarta – Rupiah diperkirakan menguat terbatas usai terkoreksinya dolar Amerika Serikat (AS) akibat ekspektasi inflasi negara ekonomi terbesar tersebut stagnan.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan survei menunjukkan ekspektasi inflasi pada konsumen tidak berubah yang mengakibatkan dolar AS cenderung melemah.

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi/datar dengan kecenderungan menguat terbatas oleh koreksi pada dolar AS setelah survei menunjukkan ekspektasi inflasi pada konsumen tidak berubah, sedikit di bawah perkiraan,” kata Lukman saat dihubungi Infobanknews, Selasa, 14 Januari 2025.

Baca juga: Indeks Dolar AS Cetak Level Tertinggi, Rupiah Diproyeksi Masih Melemah

Meski begitu, dolar AS masih akan menguat oleh antisipasi para investor terhadap kebijkan tarif menjelang pelantikan Presiden Terpilih AS Donald Trump.

Lukman memproyeksikan rupiah akan berada di kisaran Rp16.200-Rp16.350 per dolar AS hari ini.

“Rupiah diperkirakan berada range Rp16.200-Rp16.350 per dolar AS hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan investor kini tengah menunggu laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada Rabu. Kenaikan yang tidak terduga dapat meningkatkan kekhawatiran bahwa the Fed akan mengurangi pemangkasan suku bunganya.

“Survei ekonom memproyeksikan kenaikan tahunan rata-rata inflasi AS sebesar 2,9 persen, naik dari 2,7 persen pada November 2024, bersama dengan kenaikan bulanan sebesar 0,4 persen,” pungkas Andry.

Baca juga: IHSG Masih Loyo, Dibuka pada Zona Merah di Level 7.014

Selain itu, investor juga khawatir bahwa inflasi dapat meningkat karena kebijakan tarif, imigrasi, dan pajak di bawah pemerintahan Presiden terpilih AS Donald Trump yang akan datang.

Andry menyebut bahwa rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp16.245-Rp16.317 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp16.245 dan Rp16.317,” ungkapnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

5 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

5 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

6 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

6 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

7 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

7 hours ago