Moneter dan Fiskal

Rupiah Diperkirakan Melemah imbas Perang Dagang AS-China Memanas

Jakarta – Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akibat meningkatnya tensi perang dagang, setelah Presiden Donald Trump mengancam menaikan tarif impor ke China.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan pelemahan rupiah terjadi di tengah sentimen pelaku pasar yang menghindari aset berisiko (risk off) yang dipicu oleh ancaman Trump untuk menaikan tarif impor China menjadi 104 persen.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off oleh meningkatnya tensi perang dagang setelah Trump mengancam menaikkan tarif ke China menjadi 104 persen,” ujar Lukman, Rabu, 9 April 2025.

Baca juga: Sri Mulyani Bakal Pangkas Beban Pengusaha Imbas Perang Dagang Trump

Lukman memperkirakan rupiah akan berada di kisaran level Rp16.750-Rp16.950 per dolar AS hari ini. 

“Rupiah akan berada di range Rp16.750-Rp16.950 per dolar AS hari ini,” ujarnya.

Kenaikan Tarif AS Tekan Pasar Saham

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menjelaskan bahwa pasar saham anjlok setelah Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengumumkan pada hari Selasa bahwa Presiden Donald Trump akan mengenakan tarif tambahan sebesar 84 persen pada semua impor Tiongkok mulai Rabu.

“Langkah ini akan membuat semua barang dari Tiongkok dikenakan tarif total minimum sebesar 104 persen,” jelas Andry.

Baca juga: RI Tanggapi Tarif 32 Persen Trump dengan Strategi Impor Baru

Andry menambahkan, setiap intensifikasi perang dagang telah meningkatkan kekhawatiran pasar atas risiko resesi AS dan secara global tahun ini. Hal ini menyebabkan investor memperkirakan potensi penurunan suku bunga acuan the Fed sebesar 100 basis poin (bps) pada akhir tahun.

Andry pun memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.830-Rp16.945 per dolar AS hari ini.

“Rupiah terhadap dolar AS hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp16.830 dan Rp16.945,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

12 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

13 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

13 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

19 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

20 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

20 hours ago