Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Rupiah diproyeksi akan melemah pada hari ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat karena adanya rencana pertemuan AS dan China untuk negosiasi tarif.
Pengamat pasar uang sekaligus Direktur Doo Financial Futures Ariston Tjendra menjelaskan, AS dan China berencana untuk melakukan pertemuan di Swiss untuk bernegosiasi terkait tarif Trump yang membuat sentimen positif ke pasar keuangan.
Baca juga: Harga Emas Antam Meroket Lagi! Dekati Rp2 Juta per Gram
“Tapi sayangnya ini juga mendorong penguatan dolar AS yang sebelumnya terpuruk karena ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang melambat karena kebijakan tarif,” ujar Ariston, Rabu, 7 Mei 2025.
Selain itu, pergerakan nilai tukar terhadap dolar AS sedang berkonsolidasi menghadapi pengumuman hasil rapat kebijakan moneter AS dini hari nanti.
Ariston menambahkan bahwa kenaikan tarif juga memicu Bank Sentral AS atau The Fed untuk melakukan pengetatan kebijakan moneternya.
Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Berikut Katalis Penggeraknya
“Kenaikan tarif bisa memicu The Fed memberikan pandangan yang lebih ke arah pengetatan moneter dibandingkan pelonggaran, ini juga memicu penguatan dolar AS,” imbuhnya.
Ariston memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp16.550 per dolar AS hari ini.
“Potensi pelemahan rupiah ke arah Rp16.550, dengan potensi support di sekitar Rp16.400 hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More