Jakarta – Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini (14/5) diperkirakan bergerak stabil atau masih berada pada kisaran Rp13.950 per dolar Amerika Serikat (AS), setelah pada perdagangan diakhir pekan kemarin (11/5) rupiah mampu ditutup menguat 0,88 persen ke level Rp13.960 per dolar AS.
Pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail dalam risetnya di Jakarta, Senin, 14 Mei 2018. Menurtnya, masih stabilnya pergerakan dolar AS, sejalan dengan rilis data harga barang impor di AS yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi analis.
Adapun berdasarkan data impor di AS pada bulan April 2018 tercatat sebesar 0,3 persen atau lebih rendah dari ekspektasi yang sebesar 0,5 persen. Hal tersebut, kata dia, telah mendorong ekspektasi bahwa inflasi di AS masih akan tetap rendah. Dolar AS diperkirakan akan bergerak stabil.
“Yield US treasury turun sebesar 1 bps pada hari Jumat menjadi 2,97 persen. Dolar index stabil, rupiah diperkirakan bergerak stabil,” ujarnya.
Rupiah diperkirakan bergerak stabil didorong kemungkinan dinaikannya tingkat suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate dalam waktu dekat. Sepertinya, pasar merespon arah kebijakan Bank Indonesia (BI) yang akan menaikkan suku bunganya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16-17 Mei 2018.
“Rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp13.950/US$- Rp14.000/US$,” tutupnya. (*)
Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat sejumlah pencapaian strategis sepanjang 2024 melalui berbagai… Read More
Senior Vice President Corporate Banking Group BCA Yayi Mustika P tengah memberikan sambutan disela acara… Read More
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengapresiasi kesiapan PLN dalam… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan telah melaporkan hingga 20 Desember 2024, Indonesia Anti-Scam… Read More
Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) membidik penambahan sebanyak dua juta investor di pasar… Read More
Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) masih mengkaji ihwal kenaikan PPN 12 persen… Read More