Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah stabil pada awal perdagangan hari ini Kamis (5/3/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.892 per dolar Amerika Serikat (AS), atau stabil dengan penutupan kemarin di Rp16.892 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, ketegangan geopolitik juga menunjukkan tanda-tanda mereda setelah Presiden Donald Trump berupaya menenangkan pasar dengan menawarkan asuransi risiko dan pengawalan angkatan laut bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Teluk Persia.
“Sementara laporan menyebutkan bahwa para operator Iran telah menghubungi AS untuk menjajaki kemungkinan perundingan damai,” kata Andry, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya
Selain itu, laporan The New York Times mengindikasikan bahwa perwakilan Iran menawarkan pembahasan syarat untuk mengakhiri konflik. Akibatnya, harga minyak dan gas mengalami penurunan.
“Pasar obligasi sebelumnya berada dalam tekanan karena meningkatnya kekhawatiran bahwa perang dengan Iran dan lonjakan harga energi yang menyertainya dapat memicu spiral inflasi,” tambahnya.
Andry juga menyebutkan, pelaku pasar memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga, dengan kini memperkirakan penurunan berikutnya terjadi pada September bukan Juli, meskipun dua kali pemangkasan masing-masing 25 basis poin (bps) masih diantisipasi sebelum akhir tahun.
Di sisi lain, Menteri Keuangan AS menyatakan tarif global 15 persen mulai berlaku pekan ini dan diperkirakan tarif tersebut akan kembali ke level sebelumnya dalam waktu lima bulan.
Baca juga: Allianz Life dan HSBC Indonesia Hadirkan Fund Global Berdenominasi Dolar AS
Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Andry pun memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.873 hingga Rp16.998 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.873 dan Rp16.998 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Fitch Ratings menurunkan outlook utang Indonesia menjadi negatif, namun peringkat tetap BBB (investment… Read More
Poin Penting Pengguna Jago Syariah tumbuh 16,5 persen yoy menjadi 2,4 juta nasabah hingga Desember… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, realisasi kredit SMBC Indonesia tumbuh 3,3 persen yoy menjadi Rp185,4 triliun.… Read More
Poin Penting Qoala Plus menggelar Qonnect+ 2026 di lima kota (Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Jakarta)… Read More
Poin Penting Fitch Ratings menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun peringkat Sovereign… Read More
Bank Sampoerna menggandeng KSP Sahabat Mitra Sejati untuk menyerahkan donasi senilai Rp 35.000.000,- kepada siswa-siswa… Read More