Market Update

Rupiah Dibuka Stagnan di Level Rp16.892 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah stabil pada pembukaan perdagangan Kamis (5/3/2026) di level Rp16.892 per dolar AS, sama dengan penutupan hari sebelumnya
  • Sentimen global mereda setelah upaya AS meredakan ketegangan dengan Iran, memicu penurunan harga minyak dan gas serta mengurangi kekhawatiran inflasi
  • Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.873–Rp16.998 per dolar AS hari ini seiring penyesuaian ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga global.

Jakarta – Nilai tukar rupiah stabil pada awal perdagangan hari ini Kamis (5/3/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.892 per dolar Amerika Serikat (AS), atau stabil dengan penutupan kemarin di Rp16.892 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, ketegangan geopolitik juga menunjukkan tanda-tanda mereda setelah Presiden Donald Trump berupaya menenangkan pasar dengan menawarkan asuransi risiko dan pengawalan angkatan laut bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Teluk Persia.

“Sementara laporan menyebutkan bahwa para operator Iran telah menghubungi AS untuk menjajaki kemungkinan perundingan damai,” kata Andry, Kamis, 5 Maret 2026.

Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya

Selain itu, laporan The New York Times mengindikasikan bahwa perwakilan Iran menawarkan pembahasan syarat untuk mengakhiri konflik. Akibatnya, harga minyak dan gas mengalami penurunan.

“Pasar obligasi sebelumnya berada dalam tekanan karena meningkatnya kekhawatiran bahwa perang dengan Iran dan lonjakan harga energi yang menyertainya dapat memicu spiral inflasi,” tambahnya.

Andry juga menyebutkan, pelaku pasar memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga, dengan kini memperkirakan penurunan berikutnya terjadi pada September bukan Juli, meskipun dua kali pemangkasan masing-masing 25 basis poin (bps) masih diantisipasi sebelum akhir tahun.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS menyatakan tarif global 15 persen mulai berlaku pekan ini dan diperkirakan tarif tersebut akan kembali ke level sebelumnya dalam waktu lima bulan.

Baca juga: Allianz Life dan HSBC Indonesia Hadirkan Fund Global Berdenominasi Dolar AS

Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Andry pun memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.873 hingga Rp16.998 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.873 dan Rp16.998 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kasus Kredit Macet Sritex: Ketika Numbers Lebih Berharga dari “Nyawa” Integritas Bankir

Oleh Tim Redaksi Infobank KORUPSI harus diberantas. Dalam gelora pidato kenegaraan, masyarakat terbiasa mendengar gelegar… Read More

2 hours ago

Respons BEI setelah 7 Pejabat Baru OJK Dilantik

Poin Penting Tujuh pejabat baru OJK resmi dilantik untuk periode 2026-2031. BEI menyambut positif dan… Read More

7 hours ago

IHSG Bangkit 2,75 Persen setelah Libur Lebaran, Ini Pesan BEI ke Investor

Poin Penting IHSG naik 2,75% ke level 7.302 pada 25 Maret 2026, didorong respons pasar… Read More

8 hours ago

Resmi Dilantik, Ini Harapan Regulator dan Bankir untuk Pimpinan Baru OJK

Poin Penting Pelantikan pejabat baru OJK disambut positif oleh regulator dan pelaku industri keuangan. BI… Read More

9 hours ago

Purbaya Suntik Lagi Dana Rp100 Triliun ke Perbankan, Begini Kata OJK

Poin Penting OJK mendukung penempatan dana pemerintah Rp100 triliun karena membantu likuiditas perbankan dan menekan… Read More

10 hours ago

Puncak Mudik 2026: Konsumsi Pertamax Melonjak 11,8 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting Konsumsi Pertamax meningkat 11,8% pada H-1 Lebaran 2026 seiring lonjakan mobilitas mudik. BBM… Read More

10 hours ago