Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,34% ke level Rp17.928 per dolar AS pada perdagangan Jumat (12/6/2026), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.988 per dolar AS
- Bank Mandiri menilai penguatan dolar AS di atas level 100 dipicu kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik AS-Iran yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan inflasi global
- ECB menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun. Di tengah sentimen global tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.940-Rp18.038 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Jumat (12/6/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.928 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,34 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.988 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) naik menembus level 100 dan mendekati posisi tertinggi dalam sepuluh minggu terakhir.
Baca juga: Jaga Nilai Rupiah, Dasco Ajak Masyarakat Tukarkan Dolar AS
“Kenaikan tersebut seiring meningkatnya kekhawatiran investor bahwa eskalasi lebih lanjut konflik antara AS dan Iran dapat mendorong kenaikan harga energi serta menambah tekanan inflasi,” ujar Andry, Jumat 12 Juni 2026.
Sementara dari Eropa, kata Andry, European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun.
“Ini sekaligus memberi sinyal bahwa mereka tidak lagi dapat menunda langkah pengetatan kebijakan di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat ketidakpastian geopolitik yang berlanjut,” jelas Andry.
Baca juga: KB Bank Fokus Perkuat Likuiditas Valas di Tengah Gejolak Rupiah
Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.940 hingga Rp18.038 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp17.940 dan Rp18.038 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)
Editor: Galih Pratama


