Market Update

Rupiah Dibuka Perkasa di Tengah Proyeksi The Fed Tahan Suku Bunga

Poin Penting

  • Rupiah menguat 0,28 persen ke level Rp16.721 per dolar AS pada awal perdagangan, didukung pelemahan dolar global jelang keputusan kebijakan The Fed
  • Ekspektasi The Fed dovish meningkat seiring peluang penurunan suku bunga dan spekulasi ketua The Fed baru
  • Bank Mandiri memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp16.725–Rp16.830 per dolar AS hari ini, di tengah sinyal pelemahan ekonomi AS dari sektor perumahan.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (28/1/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.721 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,28 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.768 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, the Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya dan pasar malah mencari panduan mengenai waktu penurunan suku bunga berikutnya di tengah ekspektasi penurunan dua perempat poin sebelum akhir tahun.

Kemudian, indeks dolar AS (DXY) turun untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Selasa, meluncur ke 96,2, level terendah sejak 22 Februari 2025.

Baca juga: Rupiah Hari Ini Diramal Tembus Rp17.000 per Dolar AS

“Karena investor mengambil posisi menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed yang akan dirilis pada hari Rabu. Spekulasi semakin meningkat bahwa ketua the Fed yang baru akan diumumkan pada awal minggu ini, dan Presiden Trump diperkirakan akan mencalonkan kandidat yang lebih dovish,” kata Andry, Rabu, 28 Januari 2026.

Selain itu, kata Andry, dolar AS juga terbebani oleh kekhawatiran baru akan penutupan pemerintahan setelah para pemimpin Partai Demokrat mengancam akan memblokir paket pendanaan sebesar USD1,2 triliun jika paket tersebut mencakup alokasi tambahan untuk keamanan dalam negeri.

Sementara itu, indeks harga rumah 20 Kota Case-Shiller AS naik 1,4 persen yoy pada November 2025, sedikit di atas kenaikan 1,3 persen di bulan Oktober dan ekspektasi pasar sebesar 1,2 persen.

Baca juga: Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, BI Diperkirakan Intervensi

“Meskipun menandai kenaikan pertama dalam sepuluh bulan, pertumbuhan masih mendekati titik terendah dalam dua tahun terakhir, hal ini menunjukkan melemahnya pasar perumahan AS. Apresiasi harga rumah terus tertinggal dari inflasi konsumen, yang turun menjadi 2,7 persen di bulan November,” jelasnya.

Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.725 hingga Rp16.830 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.725 dan Rp16.830 per dolar AS hari ini,” pungkas Andry. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Tak Ada WFH, Pemerintah Tegaskan Kegiatan Pendidikan Berlaku Normal dan Tatap Muka

Poin Peting Seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka lima hari… Read More

29 mins ago

Purbaya Pastikan APBN Tetap Terkendali, Tak Ada Anggaran Morat-marit

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN tetap berkesinambungan dan defisit terkendali meski… Read More

44 mins ago

Cash is Still The King

Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group SAAT ini keuangan negara berada dalam situasi… Read More

54 mins ago

IHSG Hari Ini Berpotensi Rebound di Rentang 7.100-7.200

Poin Penting Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini (1/4) bergerak rebound di rentang 7.100-7.200, terdorong… Read More

1 hour ago

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

11 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

11 hours ago