Market Update

Rupiah Dibuka Naik Tipis, The Fed Diproyeksi Tahan Suku Bunga

Poin Penting

  • Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp16.826 per dolar AS, naik 0,01 persen dari penutupan sebelumnya.
  • Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyebut pasar menunggu rilis CPI AS dan memperkirakan Federal Reserve menahan suku bunga pada Maret dengan dua kali pemangkasan tahun ini.
  • Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.766-Rp16.860 per dolar AS, di tengah sorotan data klaim pengangguran AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan Jumat (13/2/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.826 per dolar Amerika Serikat (AS), atau naik tipis 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.828 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) sebagai petunjuk arah tekanan harga selanjutnya.

Baca juga: Rupiah Melemah 0,15 Persen ke Rp16.811, Ini Proyeksi Pergerakannya

Selain menanti CPI, pasar juga memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada Maret 2026, dengan ekspektasi dua kali penurunan suku bunga.

“Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada bulan Maret, dengan dua penurunan suku bunga yang diharapkan tahun ini, satu pada bulan Juni dan satu lagi pada bulan September,” kata Andry, Jumat, 13 Februari 2026.

Data Tenaga Kerja AS Jadi Sorotan

Sementara itu, klaim pengangguran awal di AS sedikit turun 5.000 dari minggu sebelumnya menjadi 227.000 pada pembacaan pertama Februari, masih di atas ekspektasi pasar sebesar 222.000 dan mendekati level tertinggi delapan minggu dari nilai yang direvisi naik pada periode sebelumnya.

Baca juga: IHSG dan Kurs Rupiah Tumbang: Paradoks Pertumbuhan Ekonomi

Klaim pengangguran berkelanjutan juga meningkat 21.000 menjadi 1.862.000 pada Januari 2026, setelah sebelumnya sempat turun ke level terendah sejak September 2024.

“Peningkatan tersebut tetap dikaitkan dengan gangguan bisnis menyusul serangkaian badai musim dingin di berbagai wilayah negara, yang mendorong rumah tangga untuk mengajukan tunjangan pengangguran,” pungkasnya.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.766 hingga Rp16.860 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.766 dan Rp16.860,” ujar Andry. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Terbukti Rekayasa Pelaporan SPT, Perusahaan Didenda Rp214 Miliar

Poin Penting PT Gala Bumiperkasa (PT GBP) dijatuhi sanksi Rp214,68 miliar karena melaporkan SPT tidak… Read More

34 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 1,21 Persen, 349 Saham Merah

Poin Penting IHSG sesi I Kamis (26/3) ditutup melemah 1,21 persen ke level 7.214,08 dari… Read More

35 mins ago

Masih Banyak Kendala, Purbaya Curiga Coretax Sengaja Dibuat ‘Kusut’

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan sistem Coretax akan terus diperbaiki agar lebih… Read More

1 hour ago

OJK Belum Terima Paket Calon Nama Direksi BEI

Poin Penting OJK menyatakan belum menerima secara resmi paket calon direksi BEI hingga saat ini… Read More

1 hour ago

DJP: 9,07 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan 2025

Poin Penting DJP mencatat 9.072.935 SPT Tahunan PPh 2025 telah dilaporkan hingga 25 Maret 2026… Read More

2 hours ago

Krisis Energi Global, Presiden Korea Selatan Minta Warganya Persingkat Waktu Mandi

Poin Penting Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta warga menghemat energi, termasuk mempersingkat waktu… Read More

2 hours ago