Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (30/10/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.610 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,04 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.617 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat cukup tajam setelah Federal Reserve (the Fed) memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4 persen.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat cukup tajam setelah dalam rapat FOMC,” kata Lukman, Kamis, 30 Oktober 2025.
Baca juga: Rupiah Diramal Bisa Tembus ke Level Rp16.800 per Dolar AS, Ini Pemicunya
Lukman menyatakan, meski Fed Funds Rate (FFR) dipangkas sesuai dengan perkiraan, namun the Fed memberikan pernyataan hawkish terkait pemangkasan selanjutnya.
“Walau sesuai perkiraan memangkas suku bunga, namun secara mengejutkan memberikan pernyataan hawkish mengenai pemangkasan berikutnya yang menurut mereka jauh dari kepastian,” katanya.
Baca juga: Purbaya Sebut Insentif Penarikan Dolar WNI dari Luar Negeri Masih Dikaji
Dengan begitu, Lukman memperkirakan rupiah akan berada di kisaran level Rp16.550 hingga Rp16.700 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.550 hingga Rp16.700 per dolar AS hari ini,” tandas Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More