Moneter dan Fiskal

Rupiah Dibuka Menguat Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

Poin Penting

  • Rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp16.610 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis (30/10), naik 0,04 persen dari penutupan sebelumnya.
  • The Fed memangkas suku bunga 25 bps menjadi 4 persen, namun pernyataan hawkish membuat dolar AS kembali menguat tajam.
  • Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.550–Rp16.700 per dolar AS seiring ketidakpastian arah pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (30/10/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.610 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,04 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.617 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat cukup tajam setelah Federal Reserve (the Fed) memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4 persen.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat cukup tajam setelah dalam rapat FOMC,” kata Lukman, Kamis, 30 Oktober 2025.

Baca juga: Rupiah Diramal Bisa Tembus ke Level Rp16.800 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Lukman menyatakan, meski Fed Funds Rate (FFR) dipangkas sesuai dengan perkiraan, namun the Fed memberikan pernyataan hawkish terkait pemangkasan selanjutnya.

“Walau sesuai perkiraan memangkas suku bunga, namun secara mengejutkan memberikan pernyataan hawkish mengenai pemangkasan berikutnya yang menurut mereka jauh dari kepastian,” katanya.

Baca juga: Purbaya Sebut Insentif Penarikan Dolar WNI dari Luar Negeri Masih Dikaji

Dengan begitu, Lukman memperkirakan rupiah akan berada di kisaran level Rp16.550 hingga Rp16.700 per dolar AS hari ini.

“Rupiah akan berada di range Rp16.550 hingga Rp16.700 per dolar AS hari ini,” tandas Lukman. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

30 mins ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

56 mins ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

1 hour ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

2 hours ago

Pemerintah Belum Siapkan Perppu Defisit APBN, Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Aman

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More

6 hours ago

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

6 hours ago