Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini (15/6) dibuka pada level Rp14.052/US$ posisi tersebut menguat tipis 0,57% dibandingkan perdagangan Jumat lalu (12/6) di level Rp14.060/US$.
Meski begitu, Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi sentimen negatif masih akan membayangi pergerakan rupiah. Dirinya melihat pelaku pasar keuangan global mulai mengantisipasi risiko second wave penyebaran wabah karena pembukaan ekonomi.
“Seperti yang terjadi di AS dan beberapa negara lain. Serta kasus baru di Tiongkok. Risiko second wave mendorong pelaku pasar keluar dari aset berisiko karena kekhawatiran ekonomi akan dibatasi kembali,” kata Ariston di Jakarta, Senin 15 Juni 2020.
Selain itu, menurutnya pasar juga merespon negatif pernyataan Bank Sentral AS pada Kamis dinihari lalu yang pesimis ekonomi global akan cepat pulih pasca pandemi. The Fed mengatakan masih akan memberikan stimulus ke perekonomian hingga 2022.
“Hari ini, sentimen negatif di atas bisa berlanjut. Rupiah bisa melemah lagi terhadap dollar AS. Potensi pergerakan rupiah Senin, 14.050/US$ hingga 14.300/US$,” tukas Ariston.
Sebagai informasi saja, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (15/6) kurs rupiah berada pada posisi 14.228/US$ terlihat menguat dari posisi 14.257/US$ pada perdagangan Jumat kemarin (12/6). (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More