Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Kamis (26/2/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.755 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,27 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.800 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, pasar uang telah mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Probabilitas penurunan suku bunga sebesar seperempat poin pada Juni turun menjadi 50 persen, level terendah sepanjang tahun ini. Sementara ekspektasi adanya pemangkasan ketiga hingga akhir tahun hampir sepenuhnya menghilang.
“Investor juga akan mencermati pidato sejumlah pejabat the Fed pekan ini untuk memperoleh panduan lebih lanjut mengenai prospek kebijakan, serta lelang obligasi pemerintah AS bertenor lima tahun senilai USD70 miliar oleh Departemen Keuangan AS,” kata Andry, Kamis, 26 Februari 2026.
Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya
Andry menyebutkan, indeks dolar AS (DXY) naik ke level 99, tertinggi dalam satu bulan, seiring pasar global meredam kekhawatiran terhadap ketidakpastian kebijakan ekonomi Gedung Putih dan tetap mempertahankan eksposur pada aset berdenominasi dolar AS.
Kemudian, Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif baru berdasarkan Section 122 menjadi 10 persen, meskipun sebelumnya sempat mengancam akan menaikkannya hingga 15 persen, setelah Mahkamah Agung membatalkan serangkaian tarif yang menargetkan negara tertentu yang diberlakukan melalui IEEPA sekitar 10 bulan lalu.
“Kekhawatiran bahwa Gedung Putih akan mendorong kenaikan tarif yang lebih tinggi juga mereda karena retorika terkait tarif relatif terbatas dalam pidato State of the Union Presiden, sementara Kongres diperkirakan tidak akan memperpanjang kebijakan tersebut setelah kuartal keempat tahun ini,” jelasnya.
Baca juga: AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS
Sementara itu, pasokan dolar dalam sistem keuangan berpotensi meningkat dalam skala yang lebih moderat, seiring preferensi Ketua Federal Reserve yang akan datang, Kevin Warsh, terhadap neraca the Fed yang lebih kecil serta kondisi inflasi yang masih persisten.
Sehingga, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.755 hingga Rp16.825 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.755 dan Rp16.825 per dolar AS.” Imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BRI membuka peluang rasio dividen 2025 lebih tinggi, didukung CAR kuat di level… Read More
Poin Penting Grab melalui A5-DB Holdings menambah kepemilikan saham Superbank (SUPA) sebanyak 253,91 juta saham… Read More
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga BANK Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca pembayaran Indonesia… Read More
Poin Penting Reformasi OJK dan BEI diyakini memperkuat pasar modal, meningkatkan transparansi, tata kelola, dan… Read More
Poin Penting BRI mencatat laba Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,26 persen yoy, sementara kredit… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More