Market Update

Rupiah Dibuka Menguat Seiring Meningkatnya Harapan Perang AS-Iran Berakhir

Poin Penting

  • Rupiah menguat tipis pada awal perdagangan 11 Maret 2026 ke level Rp16.854 per dolar AS, naik 0,05 persen dari penutupan sebelumnya Rp16.863 per dolar AS
  • Pelemahan indeks dolar AS (DXY) di bawah 99 dipicu meredanya kekhawatiran geopolitik, seiring harapan perang dengan Iran segera berakhir sehingga permintaan aset safe haven menurun.
  • Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.811–Rp16.912 per dolar AS, dengan investor menanti rilis data inflasi AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.854 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,05 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.863 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) tetap berada di bawah 99 setelah mengalami penurunan tajam secara intraday pada sesi sebelumnya, seiring meningkatnya harapan bahwa perang dengan Iran dapat segera berakhir, sehingga mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.

Andry menambahkan, dolar AS sebelumnya sempat menguat karena permintaan aset safe haven, di tengah konflik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran akan gangguan ekonomi berkepanjangan serta kebangkitan kembali inflasi.

Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya

“Ke depan, investor menantikan rilis data inflasi AS, yaitu laporan CPI Februari pada Rabu dan indeks harga PCE Januari pada Jumat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai tren inflasi, meskipun kedua data tersebut diperkirakan belum sepenuhnya mencerminkan dampak perang Iran,” kata Andry, Rabu 11 Maret 2026.

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi militer AS di Iran hampir mencapai tahap akhir dan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan awal yang diperkirakan memakan waktu empat hingga lima minggu.

Baca juga: World Gold Council: Pelemahan Dolar AS Berpotensi Dongkrak Harga Emas

“Trump juga mengindikasikan rencana untuk melonggarkan sanksi terkait minyak serta menugaskan Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz guna membantu menjaga harga minyak tetap terkendali,” pungkasnya.

Andry pun memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.811 hingga Rp16.912 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.811 dan Rp16.912 per dolar AS,” ujar Andry. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Pemerintah Resmi Berlakukan WFH ASN, Bagaimana dengan Pekerja Swasta?

Poin Penting Pemerintah menetapkan kebijakan WFH bagi ASN satu hari per minggu (setiap Jumat) mulai… Read More

1 min ago

LPS Siapkan Pembayaran Klaim Simpanan Nasabah BPR Pembangunan Nagari

Poin Penting LPS mulai verifikasi nasabah PT BPR Pembangunan Nagari per 31 Maret 2026, menyusul… Read More

8 mins ago

IHSG Ditutup Lanjut Melemah 0,61 Persen ke Level 7.048

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,61 persen ke level 7.048,22. Mayoritas sektor dan seluruh indeks… Read More

3 hours ago

BGN Hentikan Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Ini Alasannya

Poin Penting BGN menghentikan sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur mulai 1 April 2026. Penghentian… Read More

4 hours ago

Kepala BGN Beberkan 93 Persen Anggaran Rp268 T ke MBG, Ini Rinciannya

Poin Penting Sebanyak 93 persen anggaran BGN Rp268 triliun dialokasikan langsung untuk Program MBG. Porsi… Read More

4 hours ago

Bos Maybank Pilih Realistis, Target KBMI 4 Belum Jadi Prioritas

Poin Penting Maybank Indonesia memilih bersikap realistis di tengah sinyal OJK terkait peluang kenaikan bank… Read More

4 hours ago