Ilustrasi: Peredaran uang/istimewa
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Jumat, 21 November 2025. Mata uang rupiah dibuka pada level Rp16.733 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,02 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.736 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, meningkatnya skeptisisme di antara para pejabat Federal Reserve (the Fed) mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Desember mengaburkan prospek kebijakan moneter AS.
“Karena para pejabat masih terpecah antara risiko inflasi yang masih ada dan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, para pedagang mengurangi ekspektasi untuk pelonggaran lebih lanjut,” kata Ibrahim, Jumat, 21 November 2025.
Baca juga: The Fed Beri Pernyataan Hawkish, Rupiah Dibuka Menguat Tipis
Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan, fokus pasar saat ini tertuju pada laporan ketenagakerjaan September 2025 yang tertunda. Data tersebut memberikan gambaran mengenai kesehatan pasar tenaga kerja AS sekaligus mengarahkan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga berikutnya.
“Para ekonom memperkirakan jumlah tenaga kerja akan naik sekitar 50 ribu, naik dari kenaikan 22 ribu yang tercatat pada bulan Agustus. Angka yang lebih rendah dari perkiraan dapat dengan cepat mengubah ekspektasi pasar untuk pelonggaran suku bunga lebih lanjut,” jelasnya.
Baca juga: DPR Minta Pemerintah Tunda Redenominasi Rupiah, Ini Alasannya
Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.730 hingga Rp16.790 per dolar AS sepanjang hari ini.
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp16.730 hingga Rp16.790 per dolar AS hari ini,” tandasnya. (*)
Ediitor: Yulian Saputra
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More