Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,25 persen ke Rp18.083 per dolar AS.
- Penguatan ditopang meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah.
- Analis memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp18.000-Rp18.150 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan Jumat (10/7/2026). Rupiah dibuka di level Rp18.083 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,25 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp18.128 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan bergerak datar dengan peluang menguat terbatas terhadap dolar AS.
Baca juga: Ekonom: B50 Bisa Perkuat Rupiah dan Neraca Dagang Tanpa Bebani APBN
Menurutnya, potensi penguatan tersebut didorong oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan yang lebih moderat terhadap Iran.
“Rupiah diperkirakan akan bergerak datar dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS di tengah meredanya tensi di Timur Tengah menyusul retorika Trump yang lebih lembut terhadap Iran,” kata Lukman, Jumat, 10 Juli 2026.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah, Tembus Rp18.066 per Dolar AS
Lebih lanjut, Lukman menjelaskan, Trump mengindikasikan masih membuka ruang bagi proses negosiasi untuk terus berlanjut. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
“Rupiah akan bergerak di range Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Yulian Saputra


