Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,47 persen ke level Rp17.776 per dolar AS.
- Sentimen positif datang dari meningkatnya harapan perdamaian antara AS dan Iran.
- Penurunan indeks dolar AS dan harga minyak dunia turut menopang penguatan rupiah.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (15/6/2026). Mata uang Garuda dibuka di level Rp17.776 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,47 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu yang berada di posisi Rp17.860 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar AS seiring membaiknya sentimen pasar global setelah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah.
Baca juga: BI Optimistis Rupiah Menguat ke Level Fundamental Pascakenaikan BI Rate
Adapun optimisme tersebut mendorong sentimen risk on di pasar keuangan dan memicu penurunan harga minyak mentah dunia.
“Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah, memicu sentimen risk on dan penurunan pada harga minyak mentah dunia” kata Lukman, Senin, 15 Juni 2026.
DXY Melemah, Rupiah Berpeluang Menguat
Lebih lanjut, Lukman menjelaskan, indeks dolar AS (DXY) mengalami penurunan setelah muncul laporan mengenai tercapainya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran.
“Indeks dolar AS turun oleh laporan bahwa kesepkatan damai interim antara AS-Iran telah tecapai,” ungkapnya.
Baca juga: Dampak Putusan Kongres AS Meloloskan War Powers Resolution terhadap Perang Iran
Menurut Lukman, kombinasi sentimen tersebut berpotensi menjaga penguatan rupiah sepanjang perdagangan hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS hari ini,” ujar Lukman. (*)
Editor: Yulian Saputra


