Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,12 persen ke level Rp17.696 per dolar AS.
- Sentimen positif datang dari harapan perdamaian di Timur Tengah.
- Penurunan harga minyak dunia turut menopang penguatan rupiah.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan Senin (25/5/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.696 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di posisi Rp17.717 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi harapan tercapainya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS oleh harapan perdamaian di Timur Tengah,” kata Lukman, Senin, 25 Mei 2026.
Baca juga: Belajar dari Burhanuddin Abdullah: Obat “Pahit” Menangani Krisis Rupiah di Tahun 2005
Selain itu, harga minyak dunia juga menurun usai pernyataan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perundingan dengan Iran berjalan secara konstuktif.
“Harga minyak mentah dunia yang turun merespons pernyataan Trump yang mengatakan bahwa perudingan dengan Iran berjalan secara konstruktif,” tambah Lukman.
Baca juga: Rupiah Belum Bergerak Banyak usai BI Naikkan Suku Bunga 50 Bps
Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


