Market Update

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.971 per Dolar AS, Didorong Sentimen Selat Hormuz

Poin Penting

  • Rupiah dibuka menguat 0,15 persen ke level Rp16.971 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya Rp16.997 per dolar AS.
  • Penguatan rupiah dipicu penurunan harga minyak dunia dan optimisme jalur energi melalui Selat Hormuz kembali normal.
  • Analis memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.900-Rp17.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.971 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,15 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.997 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring dengan menurunnya harga minyak mentah dunia.

Menurutnya, pelemahan harga minyak dipicu oleh meningkatnya optimisme bahwa jalur distribusi energi global melalui Selat Hormuz akan kembali dapat dilalui.

Baca juga: Perang AS-Iran Masih Memanas, Rupiah Dibuka Melemah

Optimisme tersebut muncul setelah pernyataan Donald Trump yang menyebut akan segera mengumumkan negara-negara yang terlibat dalam upaya pengamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh menurunnya harga minyak mentah dunia di tengah harapan apabila Selat Hormuz akan kembali bisa segera dilewati menyusul pernyataan Trump yang akan mengumumkan dalam waktu dekat, beberapa negara yang ikut mengamankan jalur itu,” ujar Lukman, Selasa 17 Maret 2026.

Baca juga: OJK: Pelemahan Rupiah Tak Banyak Berdampak ke Neraca Bank

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS.

“Rupiah akan berada di range Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

26 mins ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

1 hour ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

2 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

2 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

3 hours ago

Cinema XXI (CNMA) Tebar Dividen Jumbo Rp980 Miliar, Ini Jadwal Pembayarannya

Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More

3 hours ago