Market Update

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.775 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen The Fed

Poin Penting

  • Rupiah dibuka menguat 0,21 persen ke level Rp16.775 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Sentimen pasar didorong data ekonomi AS yang melemah serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026.
  • Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.775-Rp16.840 per dolar AS sambil menunggu rilis data ketenagakerjaan dan inflasi AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (11/2/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.775 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,21 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.811 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan penjualan ritel AS tercatat stagnan pada Desember 2025, meleset dari perkiraan kenaikan 0,4 persen. Sementara itu, kelompok kontrol yang menjadi masukan perhitungan produk domestik bruto (PDB) justru turun 0,1 persen.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Level 16.796 per Dolar AS

Selain itu, pasar uang saat ini memperkirakan peluang sekitar 25 persen bagi The Federal Reserve (The Fed) untuk melakukan tiga kali pemotongan suku bunga masing-masing sebesar seperempat poin pada 2026. Angka ini meningkat dibandingkan ekspektasi sebelumnya yang hanya dua kali pemangkasan.

“Ke depan, investor akan fokus pada laporan ketenagakerjaan acuan yang akan dirilis besok dan rilis CPI pada hari Jumat untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang lintasan ekonomi AS,” kata Andry, Rabu, 11 Februari 2026.

Baca juga: IHSG dan Kurs Rupiah Tumbang: Paradoks Pertumbuhan Ekonomi

Di sisi lain, investor juga mencermati perkembangan di Tiongkok menyusul laporan bahwa otoritas setempat mendorong perbankan mengurangi eksposur terhadap obligasi Treasury AS. Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran atas risiko konsentrasi dan volatilitas pasar.

Andry memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp16.775 hingga Rp16.840 per dolar AS sepanjang hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.775 dan Rp16.840 per dolar AS,” imbuh Andry. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Pansel ADK OJK Loloskan 20 Calon, Ini Daftarnya

Poin Penting Panitia Seleksi Pemilihan Calon Pengganti ADK OJK menetapkan 20 nama yang lolos tahap… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Melemah Hampir 1 Persen ke Level 7.893

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,58 persen ke level 7.893,77 (4/3), dengan nilai transaksi Rp496,07… Read More

3 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini (4/3) Kompak Anjlok, Saatnya Borong?

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian turun Rp27.000 menjadi Rp3.146.000 per gram dari sebelumnya… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah Seiring Harga Minyak Dunia Melonjak

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,34 persen ke level Rp16.930 per dolar AS pada Rabu… Read More

3 hours ago

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting IHSG diproyeksi masih bergerak koreksi dan menguji level 7.686–7.846, seiring posisinya yang berada… Read More

3 hours ago

Perluas Partisipasi Publik, PT SMI Siap Terbitkan Obligasi hingga Rp10 Triliun di 2026

Poin Penting PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) akan menerbitkan obligasi Rp8–Rp10 triliun sepanjang 2026… Read More

5 hours ago