Nilai Tukar Rupiah Masih Akan Lanjutkan Pelemahan
Jakarta – Pada hari ini nilai tukar rupiah dibuka pada posisi Rp14.512/US$, posisi tersebut menguat 0,24% dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp14.565/US$.
Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang diterapkan oleh pemerintah sejak 9 Februari 2021 lalu cukup membuat optimisme pasar. Namun demikian hal tersbut tidak serta merta menghentikan pandemi covid-19, namun dari sinilah titik balik proses pemulihan dimulai.
“Dengan meredanya kasus COVID-19 karena kebijakan PPKM, perekonomian justru secara bertahap bisa kembali pulih,” kata Ibrahim di Jakarta, Selasa 20 April 2021.
Ibrahim menambahkan, Pemerintah selayaknya harus mengutamakan pengendalian pandemi terlebih dahulu, dan komentar inilah yang selalu di dengungkan oleh Presiden Jokowi.
Sementara itu, di sisi lain proses pemulihan ekonomi dinilai masih berlanjut yang tercermin dari beberapa indikator diantaranya Indeks PMI selama tiga bulan terakhir di zona ekspansi. Sedangkan untuk penjualan kendaraan bermotor pada bulan Maret 2021 juga meningkat besar yang dipicu oleh kebijakan stimulus pelonggaran PPnBM.
Sebagai informasi saja, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Senin (19/4) kurs rupiah berada pada posisi Rp14.568/US$ terlihat menguat dari posisi Rp14.592/US$ pada perdagangan sebelumnya (16/4). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More