Market Update

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp16.784 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah menguat 0,21 persen pada awal perdagangan Senin (26/1/2026) ke level Rp16.784 per dolar AS, seiring pelemahan dolar global.
  • Dolar AS tertekan akibat penurunan indeks DXY ke 98,1 dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih agresif, di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi AS.
  • Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.795–Rp16.873 per dolar AS hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (26/1/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.784 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,21 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.820 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakn, indeks dolar AS (DXY) turun ke 98,1, mendekati level terendah dalam lebih dari tiga bulan karena pasar mata uang mempertahankan penolakan terhadap dolar AS akibat kebijakan ekonomi AS yang tidak dapat diprediksi.

Andry mengungkapkan, dolar AS juga tertekan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga lebih banyak daripada bank sentral utama lainnya minggu ini.

Baca juga: BPKH Pastikan Biaya Haji 2026 Aman Meski Rupiah Nyaris Rp17.000 per Dolar AS

“Federal Reserve akan mengambil keputusan kebijakan pertamanya tahun ini di tengah pandangan yang semakin kontras dari anggota FOMC tentang jalur suku bunga yang tepat,” ujar Andry, Senin, 26 Januari 2026.

Selain itu, Presiden Donald Trump awalnya mengancam negara-negara besar Eropa yang menentang rencananya untuk mengakuisisi Greenland dengan tarif baru, sementara pemerintahannya mengambil sikap agresif terhadap Denmark dan anggota NATO lainnya, sebelum kemudian membalikkan arah dan menangguhkan tarif sambil menahan diri untuk tidak mengungkapkan detail perjanjian.

Trump juga mengancam Kanada dengan tarif 100 persen untuk semua ekspornya ke AS, jika Kanada mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.

“Trump mengatakan pemimpin Kanada “sangat keliru” karena membuka negara itu untuk lebih banyak bisnis dari China, termasuk kesepakatan baru-baru ini yang memungkinkan peningkatan ekspor kendaraan listrik China,” tambahnya.

Adapun China dan Kanada telah mencapai kesepakatan pekan lalu untuk menurunkan beberapa hambatan perdagangan dan membangun kembali hubungan.

Baca juga: Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, OJK Ungkap Risiko ke Perbankan

“Ini menandakan perubahan haluan dalam kebijakan luar negeri Kanada dan pemutusan hubungan dengan agenda perdagangan Trump,” imbuh Andry.

Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.795 hingga Rp16.873 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.795 dan Rp16.873 per dolar AS,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Gencarkan Program Cegah Stunting di Berbagai Daerah

Poin Penting BRI Peduli menjalankan program Cegah Stunting Itu Penting untuk mendukung pencegahan stunting di… Read More

15 mins ago

BPR Penuh Tantangan Tak Ringan, Ini Peluang Sempit yang Bisa Digarap BPR di Jawa Barat

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group BANK Perekonomian Rakyat (BPR) penuh tantangan. Satu… Read More

59 mins ago

OJK Ramal Permintaan Kredit di Kuartal I 2026 Tumbuh Positif, Apa Pendorongnya?

Poin Penting OJK optimistis kredit tumbuh di kuartal I 2026, didorong momentum Ramadan dan Idulfitri… Read More

1 hour ago

Belajar dari Putusan Bebas Agus Fitrawan, Perkara Babay Farid Wazdi Dipertanyakan

Poin Penting Kasus Babay Farid Wazdi dalam pemberian kredit Rp150 miliar ke Sritex dinilai memiliki… Read More

3 hours ago

Awal Pekan, IHSG Dibuka Hijau ke Posisi 8.971

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,22 persen ke level 8.971,07 pada awal perdagangan 26 Januari… Read More

3 hours ago

Agus Fitrawan Bankir BPD Divonis Bebas, Majelis Hakim Nilai Sengketa Kredit Ranah Perdata

Poin Penting Majelis hakim membebaskan Agus Fitrawan karena perkara kredit Bank Sulselbar dinilai sebagai sengketa… Read More

4 hours ago