Market Update

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp16.714 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah menguat tipis pada pembukaan perdagangan Jumat (19/12/2025) ke level Rp16.714 per dolar AS, naik 0,05 persen dibanding penutupan sebelumnya.
  • Sentimen global positif datang dari data inflasi AS yang mereda, sehingga meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed dan menopang penguatan rupiah.
  • Penguatan rupiah terbatas, karena masih dibayangi tekanan dari prospek pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Jumat (19/12/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.714 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,05 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.723 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS, setelah data inflasi menunjukkan redanya tekanan harga di AS yang meningkatkan prospek pemangkasan kembali suku bunga acuan Federal Reserve (the Fed).

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS setelah data inflasi menunjukkan tekanan harga di AS yang mereda, menigkatkan prospek pemangkasan suku bunga The Fed,” kata Lukman, Jumat, 19 Desember 2025.

Baca juga:  Jaga Stabilitas Rupiah, BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen

Meski demikian, tambah Lukman, penguatan rupiah akan terbatas. Pasalnya, rupiah masih mengalami tekanan akibat prospek pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) ke depan.

“Namun penguatan mungkin terbatas, mengingat rupiah juga masih tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga BI,” ujarnya.

Baca juga: Doit dan Rupiah: Jalan Tengah Menuju Redenominasi yang Realistis

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran level Rp16.650 hingga Rp16.750 per dolar AS hari ini.

“Rupiah diperkirakan akan berada di range Rp16.650 hingga Rp16.750 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ekspansi Ritel, MR.DIY Indonesia Siap Tambah 270 Toko dan Flagship Store di 2026

Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More

6 hours ago

Geopolitik dan Harga Minyak Bayangi Ekonomi 2026, Permata Bank Lakukan Strategi Ini

Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More

7 hours ago

Klaim Bencana Sumatra Belum Tuntas, Jasindo Targetkan Finalisasi Mei 2026

Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More

7 hours ago

Ekonom Ingatkan PR Besar Pimpinan Baru OJK, dari Pasar Modal hingga Risiko BPR

Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More

8 hours ago

ICDX Gelar Commodity Outlook 2026

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More

8 hours ago

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Poin Penting KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji.… Read More

8 hours ago