Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (29/9/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.645 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,56 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu di Rp16.738 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang mengalami koreksi, setelah data inflasi AS yang sesuai dengan perkiraan.
Lukman menjelaskan hal tersebut membuka peluang bagi Federal Reserve (the Fed) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya.
Baca juga: Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Menguat Mulai Pekan Depan
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data inflasi AS yg sesuai dengan perkiraan, membuka peluang bagi the Fed untuk memangkas suku bunga,” kata Lukman, Senin, 29 September 2025.
Selain itu, indeks dolar AS (DXY) juga mengalami tekanan akibat indeks sentimen konsumen direvisi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
Baca juga: Rupiah Diramal Bisa Tembus ke Level Rp16.800 per Dolar AS, Ini Pemicunya
“Indeks dolar AS juga tertekan oleh sentimen konsumen yang di luar dugaan direvisi lebih rendah,” imbuh Lukman.
Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, rupiah diproyeksikan akan berada di kisaran Rp16.650 hingga Rp16.750 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.650 hingga Rp16.750 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More
Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More
Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More
Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More
Poin Penting Penundaan 105.000 mobil dinilai melindungi industri otomotif nasional dari dampak negatif impor CBU.… Read More