Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Kamis (27/11/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.634 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,18 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.664 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah.
Lukman menjelaskan, pelemahan dolar AS tersebut disebabkan oleh prospek dari Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassentt yang dipandang sebagai kandidat kuat menggantikan Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.
Baca juga: Kurangi Tekanan Dolar, BI Tambah Instrumen Moneter Berbasis Yuan-Yen
“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah oleh prospek Kevin Hassett yang cenderung dovish menggantikan Powell,” ujar Lukman, Kamis, 27 November 2025.
Selain itu, Lukman menambahkan, dolar AS juga tertekan oleh data Purchasing Managers Index (PMI) Chicago yang turun tajam.
Baca juga: Genius Act: Senjata Baru AS Menjaga Dominasi Dolar
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.600 hingga Rp16.700 per dolar AS hari ini.
“Rupiah diperkiran akan berada di range Rp16.600 hingga Rp16.700 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting IHSG ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122,59 pada perdagangan 3 Februari 2026.… Read More
Jakarta - Jalan terjal yang dilalui bank-bank KBMI 2 belakangan ini kelihatannya terasa makin berat.… Read More
Poin Penting Platform emas digital JWR runtuh dan membekukan dana investor hingga puluhan triliun rupiah… Read More
Poin Penting Perputaran tambang emas ilegal melonjak hingga Rp992 triliun, menunjukkan praktik ilegal semakin masif… Read More
Poin penting Mantan Menteri Kehakiman China Tang Yijun divonis penjara seumur hidup atas kasus suap… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp20 triliun sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan kredit 15,9% ke… Read More