Market Update

Rupiah Dibuka Menguat ke Level 16.796 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah menguat 0,05 persen ke level Rp16.796 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (10/2/2026), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.805 per dolar AS
  • Sentimen eksternal positif datang dari pelemahan dolar AS, dipicu laporan bahwa pemerintah China mendorong lembaga keuangan domestik mengurangi kepemilikan obligasi AS
  • Penguatan terbatas, pelaku pasar masih wait and see menanti rilis data penjualan ritel Indonesia; rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp16.750–Rp16.900 per dolar AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (10/2/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.796 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,05 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.805 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpeluang kembali menguat terhadap dolar AS yang melemah dipicu oleh laporan bahwa pemerintah China mendorong lembaga keuangan domestiknya untuk mengurangi kepemilikan obligasi Amerika Serikat.

“Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS yang melemah oleh laporan bahwa pemerintah China menyarankan lembaga keuangan untuk mengurangi kepemilikan obligasi AS,” kata Lukman, Selasa, 10 Februari 2026.

Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya
Baca juga: IHSG dan Kurs Rupiah Tumbang: Paradoks Pertumbuhan Ekonomi

Meski demikian, lanjut Lukman, penguatan rupiah diperkirakan masih akan terbatas karena pelaku pasar masih bersikap wait and see menjelang rilis data penjualan ritel Indonesia.

“Namun pernguatan mungkin akan terbatas, dengan investor menantikan data penting domesik yaitu penjualan ritel Indonesia untuk bulan Desember 2025,” ujarnya.

Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS.

 “Rupiah akan berada di range Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS hari ini,” imbuh Lukman. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Empat Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham BCIC

Poin Penting Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memborong 162.800 saham pada 26 Februari… Read More

11 hours ago

INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”

Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More

12 hours ago

Konflik Timur Tengah Memanas, Pakar Nilai Impor Minyak AS Jadi Opsi Mitigasi

Poin Penting Pakar Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera impor minyak mentah dari AS… Read More

12 hours ago

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

12 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

14 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

15 hours ago