Ilustrasi: Remitansi rupiah/istimewa
Jakarta – Nilai tukar rupiah pada hari ini (16/9) dibuka pada posisi Rp14.790/US$ dimana posisi tersebut tercatat menguat 0,37% bila dibandingkan pada penutupan perdagangan kemarin (15/9) di level Rp14.845/US$.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai investor sedang bernafsu memburu aset-aset berisiko karena ada kabar baik dari pengembangan vaksin anti-virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Setelah sempat berhenti, uji coba vaksin AstraZaneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford sudah dilanjutkan kembali.
“Ada perkembangan positif dari pengembangan vaksin anti-virus corona yang membantu mengangkat persepsi pelaku pasar,” kata Ibrahim di Jakarta, Rabu 16 September 2020.
Sementara sentimen dalam negeri, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di DKI Jakarta sudah di mulai dan ternyata tidak terlalu total. Ibrahim menilai, pernyataan Anis Baswedan hanya bersifat retorika saja, padahal semula pasar begitu khawatir dengan implementasi PSBB di Ibukota.
“Sehingga pelaku pasar kembali lega dan bekerja seperti biasanya serta kekhawatiran gerak roda ekonomi akan seret kembali sirna.
Hari ini mata uang rupiah kemungkinan masih akan berfluktuatif,” ucap Ibrahim.
Sebagai informasi saja, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (16/9) kurs rupiah berada pada posisi Rp14.844/US$ terlihat menguat dari posisi Rp14.870/US$ pada perdagangan kemarin (15/9). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More