Market Update

Rupiah Dibuka Menguat Jelang Risalah FOMC di Akhir 2025

Poin Penting

  • Rupiah menguat 0,15 persen ke level Rp16.762 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa (30/12/2025).
  • Investor menanti arah kebijakan moneter AS, termasuk risalah FOMC dan isu penurunan suku bunga 2026 yang masih terpecah di internal The Fed.
  • Dolar AS melemah dan diperkirakan mengalami penurunan tahunan terbesar sejak 2017 akibat kebijakan tarif Trump dan kekhawatiran terhadap independensi The Fed.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (30/12/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.762 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,15 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.788 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, investor tengah menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) atau penentu kebijakan moneter AS pada Selasa waktu setempat, klaim pengangguran awal Rabu, dan PMI Chicago sebelum liburan.

Ke depannya, investor masih memperhitungkan dua penurunan suku bunga lagi pada 2026, meskipun para pejabat Federal Reserve (the Fed) terpecah pendapat mengenai langkah selanjutnya, dengan mayoritas memperkirakan hanya satu penurunan tambahan.

Baca juga: Data PMI AS Tekan Dolar, Rupiah Berpeluang Bertahan di Level Rp16.600-an

“Pasar juga akan memperhatikan Ketua the Fed yang baru, dengan Presiden Trump akan mengumumkan pengganti Powell pada awal 2026, sebuah langkah yang kemungkinan akan memengaruhi prospek penurunan suku bunga,” kata Andry, Selasa, 30 Desember 2025.

Sementara, indeks dolar AS (DXY) naik tipis 0,02 basis poin (bps) menjadi 98,04, diperdagangkan mendatar di dekat level terendahnya sejak awal Oktober 2025, karena perdagangan yang menipis akibat liburan berlanjut dan pasar memperkirakan penurunan suku bunga tahun depan.

Baca juga: Kejar Ekonomi Tumbuh 6 Persen, INDEF Nilai Kredit Harus Naik 2 Kali Lipat

“Dolar AS berada di jalur untuk mengalami penurunan tahunan lebih dari 9 persen pada tahun 2025, penurunan paling tajam sejak 2017, tertekan oleh kebijakan tarif agresif Trump dan ancaman terhadap independensi the Fed,” ujarnya

Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran level Rp16.723 hingga Rp16.793 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.723 dan Rp16.793 per dolar AS hari ini,” kata Andry. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Tambah Kepemilikan, Grab Borong Saham Superbank Rp382,07 Miliar

Poin Penting Grab lewat A5-DB Holdings menambah kepemilikan saham Superbank (SUPA) dengan membeli 362,7 juta… Read More

2 hours ago

Strategi Adira Finance Jaga Loyalitas di Tengah Tekanan Daya Beli

Poin Penting Adira Finance memperkuat loyalitas nasabah melalui program Harinya Cicilan Lunas (HARCILNAS) 2025 di… Read More

2 hours ago

Purbaya Klaim Bisa Bikin Rupiah Menguat dalam Semalam

Poin Penting Purbaya mengeklaim mengetahui penyebab pelemahan rupiah dan menilai kondisi itu bisa dibalik dalam… Read More

3 hours ago

Purbaya Akui Sudah Bertemu Juda Agung, Bahas Rotasi Wamenkeu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bertemu eks Deputi Gubernur BI Juda Agung Soal kemungkinan… Read More

4 hours ago

Menkeu Purbaya Nilai Pelemahan Rupiah hanya Berdampak Minim ke Perekonomian

Poin Penting Menkeu Purbaya menilai pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS berdampak minimal dan… Read More

4 hours ago

Wacana ‘Tukar Guling’ Jabatan Juda dan Keponakan Prabowo Dinilai Ancam Independensi BI

Poin Penting CELIOS menilai wacana tukar guling pejabat BI-Kemenkeu berisiko melemahkan citra independensi Bank Indonesia… Read More

4 hours ago