Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis, 7 Agustus 2025. Rupiah dibuka di level Rp16.326 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,22 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.362 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial, Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diproyeksikan menguat terhadap dolar AS yang melemah.
“Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar AS yang masih melanjutkan perlemahan,” ujar Lukman, Kamis, 7 Agustus 2025.
Baca juga: Rupiah Tertekan, Dibuka di Rp16.394 per Dolar AS pada 6 Agustus 2025
Lukman menjelaskan, pelemahan dolar AS dipicu oleh meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve (the Fed). Di mana pejabat the Fed memberikan sinyal dovish terhadap kebijakannya.
“Di tengah meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga oleh the Fed menyusul pernyataan dovish pejabat the Fed Mary Daly,” ujarnya.
Sementara dari sisi domestik investor tengah menantikan data cadangan devisa Indonesia yang akan dirilis.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat Dipicu Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Sehingga, Lukman memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp16.300 hingga Rp16.400 per dolar AS hari ini.
“Dari domestik, investor menantikan data cadev Indonesia. Rupiah akan berada di range Rp16.300 hingga Rp16.400 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting SeaBank mencatat laba bersih Rp678,4 miliar di 2025, tumbuh 79 persen yoy, melanjutkan… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian (Antam, Galeri24, UBS) kompak naik pada 2 April 2026,… Read More
Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Perempuan Internasional 2026 dan wujud komitmen Generali Indonesia… Read More
Jakarta - Pada pembukaan perdagangan hari ini (2/4) pukul 09.06 WIB Indeks Harga Saham Gabungan… Read More
Poin Penting IHSG masih rawan koreksi ke area 6.745–6.849, namun skenario terbaik berpotensi menguat ke… Read More
Poin Penting WBSA siap melantai di BEI dengan melepas 1,8 miliar saham (20,75 persen) di… Read More