Market Update

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Spekulasi Calon Ketua The Fed

Poin Penting

  • Rupiah menguat tipis pada awal perdagangan Senin (2/2/2026) ke level Rp16.776 per dolar AS, naik 0,06 persen dari penutupan pekan lalu
  • Tekanan potensi pelemahan rupiah berasal dari penguatan dolar AS, dipicu spekulasi penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed dan pernyataan hawkish pejabat The Fed
  • Pelemahan diperkirakan terbatas, karena pasar menanti rilis data perdagangan dan inflasi Indonesia; rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.700–Rp16.800 per dolar AS.

Jakarta – Pada awal perdagangan hari ini Senin (2/2/2026), rupiah dibuka pada level Rp16.776 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,06 persen dibandingkan penutupan pekan lalu di Rp16.786 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pada perdagangan hari ini rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS dipicu spekulasi pasar mengenai pilihan Presiden AS Donald Trump, Kevin Warsh yang dipilih sebagai calon Ketua Federal Reserve (the Fed) gantikan Jerome Powell.

“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS oleh spekulasi pilihan Trump, Keven Warsh, untuk menjabat kepala the Fed baru mendukung dolar AS,” kata Lukman, Senin, 2 Februari 2026.

Baca juga: Rupiah Terus Tertekan, Ini yang Bakal Dilakukan BI

Selain itu, penguatan dolar AS juga tercermin dari kenaikan indeks dolar (DXY), yang turut didukung pernyataan bernada hawkish dari Gubernur The Fed Michelle Bowman.

“Indeks dolar AS juga naik didukung oleh pernyataan yang lebih hawkish dari Gubernur the Fed Michelle Bowman,” tambahnya.

Meski demikian, ruang pelemahan rupiah diproyeksikan relatif terbatas karena pelaku pasar tengah menantikan rilis data perdagangan serta inflasi Indonesia yang dijadwalkan diumumkan siang ini.

Baca juga: Bos BI Optimistis Rupiah Bakal Kembali Menguat, Ini Alasannya

“Namun perlemahan akan terbatas, investor menatikan data perdagangan dan inflasi Indonesia yang akan dirilis siang ini,” imbuhnya.

Lukman memperkirakan rupaiah akan bergerak di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS hari ini.

“Rupiah akan berada di range Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

3 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

8 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

8 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

10 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

20 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

20 hours ago