Market Update

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Eskalasi Geopolitik Timur Tengah

Poin Penting

  • Rupiah menguat 0,03% ke Rp16.863 per dolar AS pada awal perdagangan 3 Maret 2026.
  • Eskalasi geopolitik Timur Tengah memicu sentimen risk off, sehingga rupiah masih berpotensi melemah.
  • Bank Indonesia diperkirakan aktif melakukan intervensi, dengan proyeksi pergerakan rupiah di kisaran Rp16.800–Rp16.950 per dolar AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan Selasa (3/3/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.863 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,03 persen dibandingkan penutupan pada Jumat pekan lalu di Rp16.868 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring sentimen pasar global yang cenderung risk off.

Lukman menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang masih risk off pada umumnya oleh eskalasi di Timur Tengah,” ujar Lukman, Selasa, 3 Maret 2026.

Baca juga: Konflik Iran-AS Picu Capital Outflow, IHSG dan Rupiah Terancam Tertekan

Meski demikian, Bank Indonesia (BI) diharapkan kembali aktif melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi, baik transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik guna membatasi tekanan.

“Namun BI diharapkan kembali aktif mengintervensi dan membatasi perlemahan,” imbuhnya.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, BI Pastikan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS hari ini.

“Rupiah akan berada di range Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS hari ini,” kata Lukman. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

15 hours ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

15 hours ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

16 hours ago

Skenario Pengakhiran Perang AS-Israel Versus Iran

Oleh Mahendra Siregar, Pemerhati Geopolitik SAAT ini perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran memasuki minggu… Read More

1 day ago

Prabowo Klaim Pemulihan Bencana Aceh Tamiang Hampir 100 Persen

Poin Penting Prabowo Subianto menyebut pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang hampir 100 persen, dengan warga… Read More

2 days ago

Waspada! Modus Fake BTS Kuras Rekening, Begini Cara Menghindarinya

Poin Penting Pelaku menggunakan perangkat ilegal untuk meniru menara BTS, sehingga bisa mengirim SMS phishing… Read More

2 days ago