Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah pada hari ini (3/2) dibuka menguat 0,21 persen ke level Rp16.763 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.798 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) naik menuju 97,7 pada hari perdagangan pertama bulan Februari 2026, level tertingginya dalam lebih dari seminggu, memperpanjang kenaikan lebih dari 0,7 persen dari sesi sebelumnya.
“Dolar AS pulih setelah mengalami penurunan pada Januari 2026, karena nominasi Presiden AS Donald Trump atas Kevin Warsh sebagai ketua The Fed berikutnya menyuntikkan ketidakpastian baru ke dalam prospek kebijakan moneter,” kata Andry, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca juga: Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, OJK Ungkap Risiko ke Perbankan
Selain itu, pasar beralih ke aset yang lebih berisiko setelah penurunan di awal minggu karena penurunan harga emas mendorong bursa utama untuk secara signifikan meningkatkan persyaratan margin untuk posisi terbuka.
Sementara itu, investor obligasi terus menilai bagaimana Warsh dapat memandu Federal Open Market Committee (FOMC) tahun ini. Ketua yang akan segera menjabat ini dipandang sebagai pengawas inflasi dan sebelumnya menentang neraca The Fed yang lebih besar selama krisis keuangan global, memperluas kurva imbal hasil AS pada pergantian bulan.
“Imbal hasil juga meningkat setelah data baru dari ISM mencerminkan pemulihan yang tidak terduga di sektor manufaktur AS,” tambahnya.
Dari domestik, inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 3,55 persen pada Januari 2026 dari 2,92 persen pada bulan sebelumnya, tertinggi sejak Mei 2023.
Meskipun angka terbaru ini lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 3,8 persen, angka tersebut sedikit di atas kisaran target bank sentral sebesar 1,5–3,5 persen.
Baca juga: Rupiah Terus Tertekan, Ini yang Bakal Dilakukan BI
Kemudian, surplus perdagangan Indonesia melebar menjadi USD2,52 miliar pada Desember 2025, naik dari USD2,24 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya dan di atas perkiraan pasar sebesar USD2,45 miliar.
Ekspor secara tak terduga tumbuh 11,64 persen yoy ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun sebesar USD26,35 miliar pada Desember 2025.
Dengan sejumlah sentimen tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.755 dan Rp16.830 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.755 dan Rp16.830 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More
Poin Penting Allianz Life Indonesia, HSBC Indonesia, dan AllianzGI Indonesia meluncurkan Smartwealth Dollar Equity Global… Read More
Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan penggunaan jet pribadi ke KPK sebagai bentuk transparansi dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat 1,50 persen ke level 8.396,08 pada Senin (23/2/2026), dengan 468 saham… Read More
Poin Penting KPK menyatakan Menag Nasaruddin Umar bebas sanksi pidana karena melaporkan dugaan gratifikasi jet… Read More