Moneter dan Fiskal

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.422 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah dibuka menguat tipis 0,11% ke level Rp16.422 per dolar AS pada awal perdagangan Rabu (17/9/2025).
  • Pasar menunggu hasil rapat The Fed terkait pemangkasan suku bunga, proyeksi kebijakan, serta dinamika politik AS
  • Dari domestik, pasar merespons kebijakan Menkeu soal dana Rp200 triliun di BI, dengan rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.400–Rp16.450 per dolar AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Rabu (17/9/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.422 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,11 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.440 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada pertemuan The Fed pada 16-17 September 2025, selain pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin yang sudah hampir pasti, pasar juga akan berfokus pada proyeksi kebijakan The Fed ke depannya dan proyeksi ekonomi terbaru, yang akan membentuk arah kebijakan moneter hingga akhir tahun. 

Perkembangan politik di Washington terus memanas, setelah senat mengonfirmasi Stephen Miran, penasihat ekonomi Trump, menjadi anggota baru The Fed.

“Investor memandang penunjukan ini sebagai tanda bahwa bank sentral dapat menghadapi tekanan yang lebih kuat untuk menyelaraskan diri dengan kebijakan Gedung Putih,” kata Ibrahim, Rabu, 17 September 2025.

Baca juga: JP Morgan Ramal Rupiah Menguat ke Rp16.100 per Dolar AS  di Akhir 2025

Selain itu, pengadilan banding AS memblokir upaya Presiden Donald Trump untuk mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook, yang berarti ia kemungkinan akan menghadiri rapat The Fed minggu ini. Presiden Trump diperkirakan akan membawa masalah ini ke Mahkamah Agung.

Sentimen Domestik

Dari domestik, kata Ibrahim, pasar mersepons negatif terhadap gebrakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengucurkan dana Rp200 triliun yang mengendap di Bank Indonesia untuk disalurkan perbankan menjadi kredit.

Baca juga: BI Stabilkan Rupiah Pascademo, Target Bisa Menguat ke Rp16.300 per Dolar AS

“Walaupun mendapatkan sanggahan dari pemerintah, dengan mengatakan kebijakan tersebut akan memperkuat peran bendahara umum negara dalam mengelola kas secara aktif dan optimal, sesuai praktek treasury managemen di negara-negara modern. Dana yang ditempatkan tetap dicatat, diawasi dan dapat di Tarik kembali,” ujarnya.

Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Ibrahim pun memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.400 hingga Rp16.450 per dolar AS hari ini.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang  Rp16.400 hingga Rp16.450 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

3 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

15 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

16 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

16 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

22 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

23 hours ago