Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini (5/6) dibuka pada posisi Rp14.075/US$ atau menguat 0,14% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp14.095/US$.
Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menganalisa, aset berisiko masih berpotensi menguat hari ini karena pasar masih merespon positif pembukaan ekonomi negara pandemi, ditambah dengan rencana stimulus baru dari beberapa negara seperti AS, Jepang dan Zona Euro yang akan membantu pemulihan ekonomi ke depan.
“Namun AS masih dalam diskusi untuk menggelontorkan stimulus fiskal baru. Selain itu Bank Sentral Eropa akan menyediakan dana lebih dari 1 miliar Euro untuk program pembelian obligasi. Serta Bank sentral Jepang berencana melipatgandakan bantuan ke sektor UKM,” kata Ariston di Jakarta, Jumat 5 Juni 2020.
Ke depan menurutnya Rupiah masih berpotensi terus menguat hari dengan sentimen positif global dan dalam negeri. Dimana rencana Pelaksanaan New Normal di Indonesia juga menjadi faktor positif untuk penguatan rupiah karena ekonomi akan aktif kembali.
“USD terhadap IDR berpotensi menguat menuju support di kisaran 14.000/US$, dengan potensi resisten di 14.200/US$,” tukas Ariston.
Sebagai informasi saja, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (5/6) kurs rupiah berada pada posisi 14.100 US$ terlihat menguat dari posisi 14.165/US$ pada perdagangan kemarin (4/6). (*)
Editor: Rezkiana Np
PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More
Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More
Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More
Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More