Sentimen Perang Dagang AS Buat Rupiah Anjlok Rp14.700
Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikar (AS) pada hari ini (9/4) dibuka pada level Rp16.206/US$ atau menguat dari hari sebelumnya (8/4) yang berada pada level Rp16.250/US$.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra kepada infobanknews menjelaskan, sentimen yang membayangi pasar keuangan hari ini kemungkinan akan positif.
“Sentimen positif datang dari penguatan pasar saham AS semalam karena respon pasar terhadap pidato Trump yang optimis ekonomi AS bisa bangkit lagi setelah masa puncak wabah berlalu dan kemungkinan rilis stimulus tambahan pemerintah AS,” jelas Ariston di Jakarta, Kamis 9 April 2020.
Sementara itu sentimen negatif juga bisa saja datang dari angka penyebaran wabah global yang semakin meningkat yang belum bisa dikatakan sudah mencapai puncaknya dan kemungkinan memburuknya data-data ekonomi akibat wabah.
“Rupiah bisa dibuka menguat mengikuti sentimen positif pagi ini, tapi potensi pelemahan lanjutan masih terbuka. Dimana Potensi USD terhadap IDR di kisaran 16.150/US$ hingga 16.350,” tukas Ariston.
Sebagai informasi saja, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (9/4) kurs rupiah berada pada level Rp16.241/US$ atau terlihat menguat dari posisi Rp16.245/US$ pada perdagangan kemarin (8/4). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More