Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (9/1/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.835 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,22 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.798 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) naik ke 98,9, level tertinggi sejak 9 Desember 2025. Penguatan dolar tersebut dipicu oleh sikap investor yang mencermati data ekonomi AS yang beragam dan menilai kembali arah kebijakan Federal Reserve (the Fed).
“Perhatian sekarang beralih ke laporan ketenagakerjaan Desember untuk wawasan lebih lanjut tentang kondisi pasar tenaga kerja,” kata Andry, Jumat, 9 Januari 2026.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah Seiring Investor Nantikan Rilis Data Cadangan Devisa RI
Berdasarkan Survei The Fed New York, sentimen pasar tenaga kerja terpantau melemah. Ekspektasi pencarian kerja turun ke level terendah dalam seri survei tersebut, yang juga menjadi level terendah kedua dalam enam bulan terakhir, sementara ekspektasi kehilangan pekerjaan justru memburuk.
Survei itu juga mencatat ekspektasi inflasi satu tahun ke depan di AS naik menjadi rata-rata 3,4 persen pada Desember 2025, meningkat dari 3,2 persen pada dua bulan sebelumnya.
“Ketidakpastian inflasi meningkat di semua horizon, menunjukkan semakin besarnya perbedaan ekspektasi tentang hasil harga di masa depan,” pungkasnya.
Lebih lanjut, pasar saat ini memperkirakan hampir 90 persen kemungkinan the Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya, meskipun pelaku pasar masih mengantisipasi adanya beberapa pemangkasan suku bunga pada akhir tahun ini.
“Pasar juga terfokus pada potensi putusan Mahkamah Agung AS mengenai legalitas tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump,” imbuhnya.
Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah Jelang Akhir Pekan, Ini Katalis Pemicunya
Andry memperkirakan nilai tukar rupiah pada hari ini akan bergerak dalam rentang Rp16.765 hingga Rp16.835 per dolar AS.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.765 dan Rp16.835 per dolar AS,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Defisit APBN 2025 tercatat 2,92 persen dari PDB, melebar dari target 2,53 persen,… Read More
Poin Penting Bank Muamalat menegaskan isu dana nasabah hilang tidak benar, karena video viral terkait… Read More
Poin Penting Utang paylater perbankan mencapai Rp26,20 triliun per November 2025, tumbuh 20,34 persen (yoy)… Read More
Poin Penting OJK membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah untuk mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting KPK menetapkan Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,13 persen ke level 8.936,75, dengan transaksi mencapai… Read More