Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (15/9/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.406 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,19 persen dibandingkan penutupan pada Jumat pekan lalu di Rp16.375 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas, dipicu oleh dolar AS yang mengalami rebound.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas oleh rebound pada dolar AS,” kata Lukman, Senin, 15 September 2025.
Baca juga: JP Morgan Ramal Rupiah Menguat ke Rp16.100 per Dolar AS di Akhir 2025
Baca juga: BI Stabilkan Rupiah Pascademo, Target Bisa Menguat ke Rp16.300 per Dolar AS
Selain itu, investor lebih cenderung berhati-hati dan wait and see untuk mengantisipasi kebijakan dari bank sentral baik Bank Indonesia (BI) maupun Federal Reserve (the Fed).
“Investor cenderung berhati-hati dan wait and see mengantisiapasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dan Federal Open Market Comitee (FOMC) pada hari Rabu,” jelas Lukman.
Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah akan berada di kisaran Rp16.350 hingga Rp16.450 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.350 hingga Rp16.450 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More