Market Update

Rupiah Dibuka Melemah Seiring Investor Nantikan Rilis Data Cadangan Devisa RI

Poin Penting

  • Rupiah melemah di awal perdagangan Kamis (8/1/2026) ke level Rp16.792 per dolar AS, turun 0,07 persen dibanding penutupan sebelumnya.
  • Penguatan dolar AS menekan rupiah, dipicu data ISM Service PMI AS Desember 2025 yang naik ke 54,4, jauh di atas ekspektasi dan mencerminkan penguatan sektor jasa AS.
  • Pelemahan rupiah diperkirakan terbatas, dengan pergerakan hari ini di kisaran Rp16.700–Rp16.850 per dolar AS, seiring investor menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Kamis (8/1/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.792 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,07 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.780 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan masih akan tertekan terhadap dolar AS yang kembali menguat dipicu oleh data ISM Service PMI AS yang lebih tinggi dari perkiraan.

Indeks ISM Service PMI AS meningkat tiga bulan berturut-turut menjadi 54,4 pada Desember 2025 dari 52,6 pada November 2025, jauh di atas perkiraan 52,3.

Baca juga: Bos BI Ramal Rupiah Berkisar Rp16.430 per Dolar AS di 2026

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan terkuat di sektor jasa sejak Oktober 2024, dengan semua subindeks berada di wilayah ekspansi untuk pertama kalinya sejak Februari 2025.

“Rupiah diperkirakan masih akan tertekan oleh dolar AS yang kembali menguat oleh data ISM service yang lebih kuat dari perkiraan,” kata Lukman, Kamis, 8 Januari 2026.

Meski demikian, Lukman menilai pelemahan rupiah akan terbatas, di mana investor tengah menantikan data cadangan devisa Indonesia yang akan dirilis hari ini.

Baca juga: BI Klaim Pelaku Pasar Siap Adopsi INDONIA, Ini Buktinya

“Namun perlemahan akan terbatas, investor menantikan data cadangan devisa Indonesia hari ini,” tambah Lukman.

Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran level Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS hari ini.

“Rupiah akan berada di range level Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Tren Positif Bank Banten, DPR Dukung Peran UMKM dan Optimalisasi RKUD

Poin Penting Komisi II DPR menyoroti keunikan Bank Banten yang sepenuhnya dimiliki Pemprov Banten, berbeda… Read More

35 mins ago

Di Tengah Gejolak Global, UMKM Jadi Bantalan Ekonomi RI

Poin Penting Di tengah ketidakpastian global, wirausaha dan UMKM—yang mencakup lebih dari 97 persen struktur… Read More

58 mins ago

Bank DBS Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Kredivo Indonesia

Pendanaan ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis jangka panjang antara kedua pihak yang terjalin sejak… Read More

1 hour ago

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

Produk ini memiliki dua plan untuk melayani kebutuhan yang berbeda yaitu Plan Protection yang mengedepankan… Read More

1 hour ago

Maybank Group Bidik ROE hingga 14 Persen di 2030, Begini Strateginya

Poin Penting Maybank luncurkan strategi ROAR30 hingga 2030 untuk memperkuat daya saing dan kinerja keuangan… Read More

2 hours ago

Tanpa Hal Ini, Asuransi Bencana Dinilai Tidak Akan Efektif

Poin Penting Keterbatasan Early Warning System (EWS) membuat skema asuransi kebencanaan berisiko merugi dan sulit… Read More

3 hours ago