Moneter dan Fiskal

Rupiah Dibuka Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed Desember 2025

Poin Penting

  • Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp16.702 per dolar AS, tertekan ekspektasi pasar atas pemangkasan FFR.
  • Geopolitik Eropa memanas akibat konflik Ukraina–Rusia yang kembali mengganggu produksi energi.
  • Redenominasi rupiah belum akan direalisasikan hingga setelah 2026 karena masih dalam tahap pembahasan regulasi.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (12/11). Rupiah dibuka di level Rp16.702 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah tipis 0,05 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.694 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar masih memperkirakan penurunan suku bunga acuan AS atau Fed Funds Rate (FFR) pada Desember 2025 di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi yang dihadapi The Fed.

“Selain itu, Bank sentral juga telah meremehkan ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Desember dalam pertemuannya di bulan Oktober,” kata Ibrahim, Rabu, 12 November 2025.

Baca juga: Rupiah Dibuka Loyo ke Rp16.705 per Dolar AS, Analis: Masih Berpeluang Menguat

Sementara itu, geopolitik di Eropa memanas setelah Ukraina pada akhir pekan melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap infrastruktur energi Rusia, yang memicu serangan balasan oleh Moskow.

“Perang yang memasuki tahun ketiganya pada tahun 2025 tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, terutama karena upaya AS untuk menengahi gencatan senjata gagal,” imbuhnya.

Meski demikian, konflik tersebut memberikan sedikit dukungan terhadap harga minyak, lantaran serangan Ukraina mengganggu produksi energi Rusia, sementara AS berusaha menekan Moskow dengan sanksi lebih berat terhadap industri minyaknya.

Redenominasi Rupiah Belum akan Terwujud dalam Waktu Dekat

Dari domestik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, kebijakan redenominasi atau pemangkasan tiga digit nol di rupiah belum akan terealisasi dalam waktu dekat, termasuk pada 2026. 

“Karena kebijakan tersebut sepenuhnya ada di tangan Bank Indonesia selaku otoritas moneter, meskipun telah menjadi bagian dari rencana strategisnya untuk menuntaskan landasan hukum redenominasi pada 2026-2027,” tambahnya.

Bank Indonesia (BI) juga telah memastikan proses pembahasan regulasi untuk penyederhanaan mata uang rupiah akan dilakukan melalui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi).

Baca juga: Redenominasi Rupiah Belum akan Diterapkan, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya dan BI

Sehingga, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.690 hingga Rp16.730 per dolar AS hari ini.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.690 hingga Rp16.730 per dolar AS hari ini,” ujar Ibrahim. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

10 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

11 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

17 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

18 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

18 hours ago