Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (24/12/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.769 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,11 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.787 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar terus mengantisipasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve (the Fed) hingga tahun 2026.
“Hal itu karena data terbaru menunjukkan tekanan inflasi yang mendingin dan pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah,” kata Ibrahim, Rabu, 24 Desember 2025.
Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp16.766 per Dolar AS Jelang Libur Natal, Ditopang Ekspektasi The Fed
Ibrahim menyebutkan, fokus pasar saat ini tertuju pada sejumlah data ekonomi AS, antara lain rata-rata empat minggu Perubahan Ketenagakerjaan ADP, laporan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III yang tertunda, pesanan barang tahan lama, produksi industri, serta indeks kepercayaan konsumen.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan nilai kredit yang belum disalurkan perbankan (undisbursed loan) mencapai Rp2.500 triliun per November 2025. Kondisi ini disebabkan oleh permintaan kredit yang belum sekuat harapan, seiring sikap korporasi yang masih wait and see di tengah ketidakpastian ekonomi
“Tak hanya korporasi, rumah tangga juga masih menahan untuk mengambil kredit konsumsi lantaran masih ragu akan kondisi ekonomi ke depan. Dari sisi suplai, bank sentral sudah memberikan insentif yang banyak kepada perbankan. Namun, sisi permintaan juga masih perlu didorong,” jelasnya.
Baca juga: Permintaan Masih Lemah, Kredit Nganggur Tembus Rp2.509,4 Triliun di November 2025
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat tingginya undisbursed loan menunjukkan masih adanya ruang penarikan kredit pada masa depan yang dapat dimanfaatkan debitur untuk ekspansi usaha.
“Dengan komitmen kredit atau pembiayaan yang besar, terdapat potensi peningkatan realisasi kredit di masa mendatang. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi membaik dan kepercayaan pelaku usaha meningkat,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, sektor perbankan nasional dinilai masih memiliki ruang untuk mendukung pembiayaan produktif, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko dan arah kebijakan ekonomi.
Sehingga, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.780 hingga Rp16.810 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp16.780 hingga Rp16.810 per dolar AS hari ini,” tukas Ibrahim. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kapal ikan IB FISH 7 diserang bajak laut di perairan Gabon, sembilan awak… Read More
Poin Penting Produksi minyak Pertamina berhasil mencapai target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari.… Read More
Poin Penting Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik hingga 5,5%, menjadi momentum kebangkitan sektor properti. Dengan… Read More
Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More
Poin Penting Diskon iuran 50 persen JKK–JKM diberikan pemerintah bagi pekerja BPU sektor transportasi (ojol,… Read More
Poin Penting KADIN membuka 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar SPPG sebagai dukungan… Read More